Tampilkan postingan dengan label Spirit for Woman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spirit for Woman. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Oktober 2011

Anda Luar Biasa!!

0 komentar

Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua. Amsal 31:29
Inilah pekerjaan paling menantang di seluruh dunia. Anda harus menguasai belasan bahkan puluhan skill sekaligus antara lain di bidang fashion, dekorasi, rekreasi, pendidikan, transportasi, psikologim kuliner, literatur, seni, percintaan, ekonomi, hiburan, agama, hukum, filsafat, kedokteran anak, teknologi informatika, dan manajemen. 
Ya, aktivitas seorang ibu rumah tangga seringkali menuntut kita menjadi orang yang serba bisa dan serba tahu. Tak terasa kita pun harus belajar banyak hal untuk menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga yang baik. Bagi Anda yang sudah menjadi Ibu rumah tangga, tentu saja Anda perlu ekstra usaha untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga. Tak perlu mengeluh atau mengasihani diri dengan setumpuk pekerjaan tersebut. Toh dengan mengomel pun, tumpukan cucian di ember tidak akan jadi berkurang. Sebaliknya, justru syukurilah dan banggalah menjadi seorang wanita yang dipilih untuk semua tugas-tugas itu.
Sederhananya begini. Orang tidak diberi banyak tanggung jawab bila ia tidak becus melakukan tugasnya dan tidak punya kemampuan memadai untuk melakukan pekerjaan ekstra. Benar, kan? Dalam pekerjaan, seorang yang cakap menunjukkan kemampuannya di tempat kerjalah yang akan berkesempatan mendapatkan promosi dan tentunya tambahan tanggung jawab berkaitan dengan kenaikan jabatannya itu. Lalu coba renungkan, bila Anda dipandang tidak becus mengurusi hidup, akankah Tuhan mempercayakan berbagai tanggung jawab itu kepada Anda? Tentunya tidak. Tuhan tahu kita dapat dipakai-Nya melakukan semua tugas dan tanggung jawab itu dengan baik. Ketika Tuhan menciptakan kita sebagai seorang wanita, Ia memperlengkapi kita dengan semua kemampuan di atas yang biasanya baru akan kita sadari ketika kita sudah menjadi ibu rumah tangga. Jadi, ketika Anda mengantar jemput anak ke sekolah, menyiapkan sarapan, mengepel lantai hari ini-lakukanlah sambil tersenyum karena Anda boleh bangga telah dipercaya Tuhan menjalankan tanggung jawab yang besar sebagai ibu rumah tangga. Amin
Ibu Rumah Tangga, Anda Luar Biasa!!

Selasa, 11 Oktober 2011

MAAFKAN

0 komentar


Di sebuah ruang pengadilan, seorang pemuda duduk di kursi terdakwa. Ia didakwa membunuh teman sebayanya. Sebelum hakim membaca keputusan, ia bertanya kepada ayah anak yang menjadi korban, “Pemuda ini terbukti bersalah membunuh putra Anda. Menurut Anda hukuman apa yang setimpal untuknya? Bapak tua itu menjawab,”Pak hakim anak saya telah meninggal. Hukuman apapun tidak akan mengembalikan hidupnya. Saya sangat mengasihinya, dan sekarang tidak punya siapa-siapa untuk saya kasihi. Tolong kirimkan terdakwa ke rumah saya, untuk menjadi anak saya.”
Mengucapkan kata maaf memang mudah, tetapi siapa yang mengetahui benarkah maaf itu adalah yang sebenar-benarnya dari lubuk hati yang terdalam. Bilamana ada orang lain yang menyakiti kita, baik secara batin maupun secara fisik, apa reaksi kita, Apakah ingin menghukumnya? Mencoba untuk membuatnya merasakan penderitaan yang kita rasakan, bahkan kalau bisa lebih menderita? Memaafkan memang bukan perkara semudah membalik telapak tangan. Perlu kerendahan hati dan kasih yang tulus untuk melakukannya.
Kita harus menyadari bahwa ibarat orang berhutang, kita lebih punya banyak berhutang kepada Tuhan, daripada orang lain kepada kita. Dosa kita terlalu banyak, dan telah lunas oleh kasih Kristus. Jadi, kalau hutang kita yang segitu banyaknya sudah Tuhan bayar lunas, mengapa kita masih harus terus menuntut orang lain “membayar” hutangnya kepada kita? Selain itu menyimpan dendam dan kebencian dalam hati hanya akan menimbulkan ketidaksejahteraan. Hanya menambah beban. Dengan memaafkan sebenarnya kita sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Ingatlah bahwa perintah yang Tuhan berikan kepada kita adalah untuk kebaikan kita, termasuk perintah untuk mengampuni sesama kita. Menyimpan dendam ibarat membawa sekarung kentang busuk di punggung kita dan membawanya kemanapun kita pergi. Siapakah yang paling dirugikan? Tentu saja diri kita sendiri. Kita yang menghirup aroma busuknya, kita juga yang menanggung beban beratnya—setiap saat! Hari ini, ambillah keputusan untuk mengampuni dan bebaskanlah diri Anda sendiri. 

Spirit For Women.