Tampilkan postingan dengan label catatan hidupku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan hidupku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Juli 2012

Pikiran Yang Melayang-Layang

0 komentar

Kecemasan bukan hanya siksaan yang kita minta supaya diredakan Allah, melainkan juga kelemahan yang kita minta supaya Dia ampuni---karena Dia telah meminta kita untuk tidak mengkhawatirkan hari esok.
Banyak dari kekhwatiran kita bersumber dari kecenderungan kita untuk melebih-lebihkan kemungkinan terjadinya peristiwa yang membahayakan dan membesar-besarkan kemungkinan akibat buruknya. Saat membayangkan masa depan, imajinasi kita berkembang menjadi liar. 

Cara terbaik untuk mengatasi pemborosan energi mental dan emosi ini adalah hidup dengan menjalani saat ini, sekarang ini. Bukan apa yang akan kita jalani esok, minggu depan, apalagi bulan depan melainkan saat ini disini. Memang lebih mudah mengatakan daripada menjalaninya. Pikiran manusia sering melayang-layang, terutama jika kita tidak terkonsentrasi pada sesuatu yang merangsang pikiran.

Minggu, 13 Maret 2011

RASANYA BARU KEMARIN

0 komentar
Menatap sosok anak yang berusia 5 tahun di hadapanku, membuatku takjub. Tak percaya. Waktu berjalan begitu cepatnya, dipenuhi dengan seribu satu cerita kehidupan. Rasanya masih kemarin, aku mendekapnya, menyusuinya, menggendongnya dalam gendonganku, sambil menyiapkan makanan untuk keluarga kecilku.
Rasanya baru kemarin, aku merasakan sakit melahirkan itu, baru kemarin aku menuntunnya untuk belajar berjalan, baru kemarin aku mengajarkannya beberapa kata awal dalam kehidupannya. Rasanya baru kemarin...baru kemarin yang mewakili beberapa tahun, berlalu begitu cepatnya, namun rasanya baru kemarin.
Rasanya baru kemarin, kemarin untuk mewakili waktu bertahun-tahun. Rasanya baru kemarin, aku menjadi seorang anak, pergi ke sekolah, dididik oleh orangtua. Rasanya baru kemarin, aku memberontak terhadap peraturan mama, yang begitu keras  mendidikku. Rasanya baru kemarin aku melawannya, memberontak terhadap apa yang dikatakannya, memberontak untuk mengekspresikan ketidakpuasanku, menyalurkan emosi diri yang terpenjara oleh aturan-aturan.
Rasanya baru kemarin jutaan pertanyaan tak terjawab, untuk semua ketidakpuasan seorang anak itu ada, mengendap bersama waktu, bersama tanda titik yang dipaksakan.
Satu persatu, semuanya terjawab. Alasan mengapa mama begitu keras terhadapku? Mengapa aku harus terus belajar. Mengapa aku tak boleh bergaul? Alasan yang masuk akal, namun dengan setingan pikiran yang tidak bsa dikatakan benar. Setingan pikiran yang membentuk pribadiku seperti aku apa adanya saat ini. Setingan pikiran yang membuatku harus terus membenah diriku, melawan cengkeraman konsep-konsep pemikiran yang menyiksa.
Aku berterima kasih untuk semua yang sudah terjadi dalam hidupku. Menjadi seorang mama, aku menemukan jawaban atas semua.
Dan untukmu anakku, mama berusaha untuk tidak menggunakan kekerasan ketika mendidikmu. Mama akan berusaha membantumu untuk menjadikanmu pribadi yang adalah pribadimu dan bukan bayangan orang lain. Mama akan berusaha untuk mendorongmu untuk menjadi apa yang dirimu ingin menjadi, dan bukan apa yang mama ingin dirimu menjadi.
Semoga engkau kelak anakku, akan menjadi pribadi yang sederhana, pribadi yang positif, penuh kasih, suka memberi dan tak pernah berhenti bersyukur, dan menjadikan Tuhan Yesus sebagai pedoman hidupmu. Amin.

Kamis, 10 Februari 2011

DIAM SAJA

0 komentar
“Aku benci dia, suka mati buat orang sakit hati.” Salah satu status yang ada di facebook. Membuat saya berpikir, benarkah kita harus menyalahkan orang lain atas apa yang kita rasakan? Ketika ditinggalkan kekasih, ketika dikhianati sahabat. Sakit memang rasa hati kita, seperti ditusuk-tusuk belati, alat pernafasan kita tertatih-tatih bekerja, yang membuat dada kita menjadi sesak, rasanya seperti ingin memukul orang yang bersangkutan, mencacinya dan tak jarang, akan berlanjut ke perkelahian.

Rabu, 09 Februari 2011

CARA UNTUK MELANGKAH MAJU

0 komentar
Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan , tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan. Amsal 21:5

Sungguh luar biasa jika kita bisa menggunakan beberapa menit di setiap awal hari dengan merencanakan dan menetapkan pikiran-pikiran kita di arah yang benar, karena hal ini dapat membantu kita berjalan kedepan dan juga menguatkan agar bisa menyelesaikan banyak masalah.

Minggu, 06 Februari 2011

Lebih Banyak Cinta dan Penghargaan, Bagaimana Caranya?

0 komentar
Dengan cara yang sama, seorang wanita butuh untuk dicintai dan seorang pria butuh untuk dihargai. Jika seorang wanita merasa dicintai, dia akan dengan senang hati menghargai suaminya. Dan jika seorang pria merasa dihargai, dia akan dengan sendirinya menunjukkan cintanya kepada istrinya.
Tetapi kebalikkannya juga nyata. Jika seorang wanita merasa tidak dicintai, maka dia akan merespon suaminya dengan tidak hormat. Dan jika seorang pria merasa tidak dihargai,

Sabtu, 05 Februari 2011

CATATAN 06-12-2011.

0 komentar
Cara-cara untuk berbahagia
1.Tuhan adalah satu-satunya yang dapat menyembuhkan ketakutan, ketidaktahuan, dan ketidak jelasan. Dari Tuhanlah kebahagiaan abadi itu datang. Hanya dengan mengenal dia kita bisa beroleh hidup yang kekal.

2.Pupuklah iman yang kuat akan Tuhan. Iman adalah pintu gerbang kepada Tuhan. Iman dapat mendatangkan keajaiban.

Kamis, 03 Februari 2011

Pada Akhirnya semua akan baik.

0 komentar
Hidupku tidak akan pernah berakhir
karena hal baik yang terjadi padaku hari ini.
Hidupku tidak akan pernah berakhir,
karena hal buruk yang terjadi padaku hari ini.
Hal baik ataupun buruk,
Pada akhirnya semua akan menjadi baik......


Kalimat-kalimat diatas, mengingatkan saya kembali pada beberapa baris yang ada dalam buku doa sang katak atau sejenak bijak. Entahlah ingatanku t'lah menguap, tak mampu lagi mengingat secara detail yang telah lewat 11 tahun lalu.
Dan kali ini kembali terdengar lewat drama korea Baker King Kim Tak Gu. Pelajaran hidup saya dapatkan dari situ. Sesulit apapun, hidup tetap harus berjalan dan dijalani. Ada banyak air mata, namun tak ada keluhan, air mata dalam diam, diam dalam banyak pergumulan.
Itu mungkin hanya serial drama, tetapi kebijksanaan dan pelajaran yang tertuang didalamnya, patut dijadikan
cerminan dalam hidup kita.
Semua yang terjadi, entah itu baik atau buruk, pada akhirnya akan menjadi baik....menjadi baik....
Jika konsep ini sudah tertanam akankah sad ending....?

Selasa, 01 Februari 2011

Memilih untuk menyenangkan Tuhan

0 komentar
Jadi bagaimana sekarang : Adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?
Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Galatia : 1-10.

Rasul Paulus mengatakan bahwa ia harus memilih diantara dua, apakah mau menyenangkan manusia atau mau menyenangkan Allah Bapa? Dan satu keputusan harus diambil.
Seringkali dalam kehidupan kita, untuk keuntungan kita pribadi atau fantasi kita, kita lebih memilih melakukan keinginan orang lain, meskipun kita tahu bahwa yang terjadi itu salah.
Kita begitu takut untuk melepaskan diri dari kesalahan kita, takut kepada orang yang kita lindungi kesalahannya daripada kepada Tuhan.
Bertahun-tahun saya hidup dalam kehidupan saya, dalam kemunafikan, kebohongan, hanya untuk memenangkan simpati dari orang lain. Tetapi lewat pengalaman pahit yang saya alami, saya disadarkan bahwa selama ini saya sudah menjadi budak dari konsep “Apa yang dipikirkan orang lain, tentang saya nantinya?”.  Meskipun saya tahu bahwa sesuatu itu salah, tapi saya begitu takut untuk mengatakan tidak kepada yang bersangkutan, saya takut dia akan tersinggung, dan menjadi marah. Semuanya akan berakhir dengan sakit hati, penyesalan, karena ditipu dan dikhianati. Dan Tuhan membantu saya dan menyadarkan saya, saya hanya dapat percaya kepadaNya saja.
Jika anda sekalian sedang berusaha untuk membangun reputasi diantara sekeliling anda, ini adalah saatnya untuk menyerah dan dengan cara yang sederhana mulai mempercayai Tuhan. Ia akan memberikan berkat supranatural buat anda bersama orang-orang yang tepat untuk anda.
Semoga. 

Sabtu, 22 Januari 2011

Pikiran

0 komentar

Pikiran-pikiran negatif liar, menggerogoti dirimu bagaikan ngengat kematian.

Sekali hantu-hantu tak kelihatan dan mematikan itu kau biarkan dan hidup didalammu,

Mempengaruhi dirimu maka habislah dirimu.

Semua impian, masa depan luluh lantak dan menjadi abu.

Musuh terbesar adalah pikiranmu, Jadi kuasailah dia, dan pasanglah kekang atasnya.

Jumat, 21 Januari 2011

Dan yang terbesar diantaranya adalah kasih

0 komentar
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih. Dan yang paling besar diantaranya ialah KASIH. Korintus 13:13
Kematangan spiritual tidak diukur dengan seberapa lama dirimu menjadi seorang Kristen, seberapa banyak yang kau ketahui,
seberapa sering dirimu pergi ke gereja. Kematangan spiritual diukur oleh bagaimana dirimu memperlakukan orang lain. Ini diukur oleh cinta yang bekerja dalam dirimu dan melalui dirimu.
Dalam Korintus 1:13 memberikan gambaran seperti apa cinta itu sesungghnya. Ketika kita mempraktekkan cinta, kita memperlakukan orang lain dengan penghargaan dan juga dengan sopan.
Dengan kata lain, bagaimanakah dirimu bereaksi terhadap kasir yang bekerja sangat lambat ketika melayani? Atau ketika dalam antrian bank, dengan dua kasir dan keduanya bukannya bekerja malah mengobrol? Apakah dirimu sabar terhadap keluarga dan teman-teman kerjamu? Semua ini adalah karakteristik dari cinta. Alkitab mengajarkan kita bahwa kasih itu sabar, murah hati, tidak memegahkan diri, tidak kasar, tidak mudah marah, tidak menyimpan kesalahan orang lain. Kasih tidak pernah gagal
Ingatlh bahwa karakteristik ini tidak ada hubungannya dengan perasaan. Kasih adalah pilihan. Dirimu dapat memilih untuk tetap mengasihi orang lain meskipun tidak menyukainya! Hari ini carilah cara-cara untuk menemukan hal-hal terbesar dalam hidup dirimu yaitu – KASIH. Biarkanlah kasih tumbuh dalam dirimu, karena kasih merupakan tanda dari kedewasaan rohani dan membuka pintu bagi TUHAN untuk beroperasi dalam dirimu dan melalui dirimu.
Doa :
Bapa di surga, terima kasih karena sudah berjalan dalam hidup saya. Terima kasih karena sudah mencintai saya sehingga saya bisa menunjukkan cinta kepada orang lain. Biarkan saya dekat denganmu dan bantu saya untuk menjadi alat kasih dimanapun saya berada dan saya menuju. Dalam nama Yesus, Amin. @Today Word, JEM


MENDIDIK

0 komentar
Jika kau dididik dengan pukulan, maka didiklah anakmu dengan kata-kata yang lemah lembut.
Jika kau dididik dengan kasih yang dipilah-pilah, maka belaJarlah untuk memberikan kasih yang adil.
Jika kau dididik dengan konsep harus sempurna, maka bantulah anakmu untuk mencari yg terbaik dari dirinya dan berikan dorongan untuk mengembangkannya.
Jika kau dididik dgn konsep anak yang baik harus mengkuti keinginanan orang tua, maka belaJarlah untuk mendidik anakmu untuk bisa membuat keputusan yang baik untuk dirinya.
Jika kau dididik bahwa uang,harga diri, martabat adalah segalanya maka didiklah anakmu bahwa diatas semuanya itu yang terpenting adalah berbagi, memberi dan juga kasih.
Memang tidak mudah tapi setidaknya berusahalah untuk melakukanya hari demi hari sebaik mungkin, hingga mendarah daging..



Terkadang kegagalan selalu menjadi kesalahan anak sepenuhnya. Bagaimana dengan orang tua...sudahkah mereka menanamkan nilai-nilai yang benar?. Perlakuan satu anak dengan anak yang lain bisa sangat berbeda. Kebiasaan membanding-bandingkan membuat anak kehilangan Jati diri dan tak pernah menjadi dirinya sendiri.
Yang pada akhirnya berusaha setengah mau mampus membenahi diri, melawan nilai-nilai negatif yang sudah ditanamkan sejak kecil. Jari-jari tangan saya masih bisa merasakan sakitnya mistar kayu ketika berusia seperti anak saya, ketika mengaari anak saya membaca. Apakah anak saya juga harus merasakan sakit itu?
Masih ingat dalam ingatan saya kaki yang Luka, dilempar kayu karena memberontak karena merasa tidak memberikan waktu untuk istirahat. Masih dengan pakaian sekolah sudah diminta untuk mencuci pakaian kotor sendiri. Saya waktu itu hanya minta waktu untuk makan dan beristirahat sedikit.
Orang Tua memang dilahirkan lebih dahulu dari sang anak, tetapi apakah mereka selalu benar? Tuhankah mereka?
Ada orang tua yang memang belajar dari kehidupannya, biJak dan welas asih dalam mendidik anak. Tidak sedikit juga yang bisa melakukannya.
Anak yang dididik dengan kasar cenderung menJadi pribadi yang kasar.
Anak yang dididik dengan ketidksabaran akan cenderung menJadi selalu tergesa-gesa.
Saya cenderung kasar, tidak sabaran, emosional, tapi apakah anak saya juga harus menjadi pribadi yang cenderung kasar, tidak sabaran dan Juga emosional?
Sumpah saat ini saya setengah mau mampus merubah diri saya. Seperti apa pribadi saya terbentuk setelah dibentuk oleh hidup saya inilah saya.
Karena saya tidak bisa memilih ditengah orangtua mana saya dilahirkan.
saya cuma punya dua pilihan :" Berubah, menjadi pribadi yang lebih baik? atau "Selamanya menjadi pribadi yang cenderung kasar, tidak sabaran, emosional." selamanya, menginvestasikannya hingga turunan saya
Sesuatu yang diturunkan itu akan sepertii virus, yang senantiasa mempertahankan diri, bermutasi menJadi virus yang lebih baik atau malah sebaliknya menJadi Virus yang lebih Jahat dari neraka jahanam.