Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2012

PAKU-PAKU PADA TIANG

1 komentar
PAKU-PAKU PADA TIANG

Dalam cerita yang keras dari seorang pembaca di sekolah pada era Perang Saudara, kita melihat suatu jeni pelajaran lain yang diberikan di lingkungan rumah. Dalam cerita ini dikisahkan tentang seorang ayah yang memberikan pelajaran moral yang keras tetapi dengan cara yang mengasihi pada anak laki-lakinya.

Pada suatu waktu ada seorang petani yang mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama John. Anak muda ini sangat mudah untuk bersikap tergesa-gesa dan ceroboh dalam mengerjakan segala sesuatu yang diperintahkan kepadanya.

Pada suatu hari, ayahnya berkata padanya, “John, kamu begitu ceroboh dan pelupa, karena itu setiap kali kamu melakukan kekeliruan, aku akan menancapkan sebuah paku pada tiang ini untuk mengingatkan kamu seberapa sering kamu bersikap nakal. Dan setiap kali kamu melakukan tugasmu dengan benar, aku akan mencabut satu paku dari tiang itu.” Ayahnya melakukan tepat seperti yang dikatakannya, dan setiap hari dia menancapkan satu paku dan kadang-kadang banyak sekali paku, tetapi jarang sekali mencabut paku.

Pada akhirnya John melihat bahwa tiang itu sudah hampir tertutup oleh paku dan dia mulai merasa malu dengan kesalahannya yang begitu banyak. Dia memutuskan untuk menjadi anak yang baik, dan hari berikutnya dia bersikap begitu manis dan rajin sehingga beberapa buah paku dicabut. Hari berikutnya lagi hal yang sama terjadi, dan seterusnya dan seterusnya sampai lama, sampai akhirnya hanya sebuah paku masih menancap disana. Ayahnya kemudian memanggilnya, dan berkata, “Lihat John, ini adalah paku terakhir dan sekarang aku akan mencabutnya. Apakah kamu tidak senang melihatnya?”

John memandang tiang itu, dan kemudian, bukannya mengungkapkan kegembiraannya, seperti yang diharapkan oleh ayahnya, dia menagis tersedu-sedu. “Ada apa,”tanya ayahnya, “mengapa kamu menagis? Aku pikir kamu akan bersukacita karena semua paku sudah tidak ada lagi.”

“Memang, “ kata John dengan sedu sedan didadanya, “memang semua paku sudah tidak kelihatan lagi, tetapi bekas-bekasnya masih ada disana.”

Jadi begitulah, anak-anak yang baik, dengan kesalahan-kesalahan dan kebiasaan-kebiasaan buruk kalian, kalian mungkin bisa mengatasinya, kalian mungkin bisa menyembuhkannya secara besar-besaran, tetapi bekas-bekas lukanya masih saja kelihatan. Jadi, terimalah nasihatku, dan kapan saja kalian menyadari bahwa kalian melakukan sesuatu yang salah, atau melakukan sesuatu yang buruk, berhentilah segera. Karena setiap kalian menyerah dan melakukannya, berarti kalian menancapkan sebuah paku lain, dan hal itu akan menginggalkan bekas luka pada jiwa kalian, bahkan meskipun setelah pakunya dicabut kemudian.

M.F. Cowdery


Rabu, 15 Februari 2012

Dari Ucapan Syukur pada Pujian

0 komentar
Dari Ucapan Syukur pada Pujian
Dengan bersyukur---dan dengan mendisiplinkan diri untuk menyebut satu persatu dan memberi bentuk nyata pada ucapan syukur kita—kita membuat pikiran kita beralih dari kelemahan kita pada kekuatanNya, dari ketidakmampuan kita pada kemampuan Tuhan, dari kegagalan kita pada keberhasilan-Nya, dan dari kekurangan kita pada kelimpahan-Nya. Dengan berbuat begitu, kita meletakkan diri kita pada posisi untuk diangkat-Nya dari tempat kita berada ke tempat Ia berada!

Selasa, 17 Januari 2012

KELUARLAH DARI PENJARA DIRI ANDA SENDIRI

0 komentar
Salah Satu semboyan yang umum di antara pria dan wanita yang dijatuhi hukuman di penjara federal adalah “Anda tidak mempunyai harapan sedikitpun.”

Itu memang pernyataan yang menyedihkan dan putus asa, yang merampas harapan sekecil apapun yang masih dipunyai tahanan-tahanan itu. “Anda tidak mempunyai penghasilan; anak-anak Anda malu mengatakan bahwa mereka berhubungan dengan Anda; istri Anda tidak akan datang menjenguk Anda dan mungkin akan segera menceraikan Anda; tidak ada yang akan berubah dalam kehidupan Anda. Jangan mengharapkan apa pun menjadi lebih baik. Anda sedang mendapatkan apa yang layak Anda terima. Anda tidak mempunyai harapan sedikitpun.”

Sedihnya, banyak orang “di duni luar” sedang menjalani kehidupan dalam penjara diri sendiri, dalam penjara-penjara yang mereka buat sendiri, dan telah tunduk pada cara berpikir yang sama. Inilah yang terbaik yang Engkau harapkan. Segala sesuatu tidak akan menjadi lebih baik, jadi engkau sebaiknya duduk, tetap diam dan menanggungnya.

Tidak! Anda dapat keluar dari penjara itu! Pintu tersebut tidak dikunci. Yang harus Anda lakukan hanyalah mulai mengharapkan hal-hal baik dalam kehidupan Anda dan mulai mempercayai Tuhan tentang masa depan yang luar biasa. Anda memang mempunyai pengharapan akan hal-hal baik!

Kamis, 01 Desember 2011

Si Kecilku

0 komentar

Dalam lagu Yiddish "Main Yingele" (Si Kecilku), seorang ayah menyanyikan lagu ini untuk mengantar anaknya tidur :

Kupunya seorang anak, anakku yang masih kecil,
Seorang anak lelaki yang baik.
Setiap kali aku melihatnya, tampak bagiku
Seluruh dunia ini serasa milikku.
Tetapi jarang, jarang sekali kulihat
Anakku sedang terjaga dan ceria.
Aku hanya melihatnya tatkala dia sedang tidur;
Karena aku hanya ada di rumah di waktu malam.
Hari masih pagi sekali saat kuberangkat kerja;
Ketika kupulang, hari sudah larut.
Tak kukenal darah dagingku sendiri,
Tak kukenal wajah anakku.
Saat kupulang dengan badan lelah
Ketika hari sudah gelap,
Istriku yang pucat berseru kepadaku:
“Mestinya kaulihat anak kita bermain.”
Kuberdiri disamping tempat tidurnya;
Kupandang dan kucoba mendengarnya.
Dalam mimpinya dia berbisik :
“Mengapa Ayah tak ada disini?”

Lagu ini ditulis pada tahun 1887. Sekarang ayah dan ibu tidak lagi bekerja seperti budak di pabrik, namun kepiluan orangtua yang menusuk dirinya dengan pedang ambisi belum berubah. Hanya berganti alamat saja.
Jefrey K. Salkin.

Minggu, 27 November 2011

FROM HEAD TO TOE

0 komentar

Salah satu cara terbaik untuk dapat mencintai suami kita adalah berdoa untuk mereka. Berdoa bagi suami untuk setiap beban yang ia pikul di pundaknya-dalam pekerjaan, di rumah, dengan anak-anak dan setiap apa yang membuatnya terhubung. Ini bisa membantu kita untuk mengikuti kepemimpinannya sebagai kepala Kristus dalam Rumah Tangga kita. Dan ini dapat meyakinkan kita bahwa suami terbungkus secara spiritual ketika kita mengundang Tuhan untuk melakukan pekerjaanNYA dalam kehidupan suami. Dan ini membantu kita untuk membuang keraguan kita akan dia.
Tentu saja, ini adalah kehendak bebas sang suami untuk merespon pekerjaan Tuhan dalam hati mereka, tetapi bagian kita para istri tidaklah berdasarkan pada responnya terhadap Tuhan. Semuanya didasarkan pada penyerahan dan pencarian  akan hati Tuhan bagi suami kita-dan mempercayai Tuhan untuk memimpinnya dari sini.

Ada satu konsep doa bagi suami -dari kepala sampai kaki. 
Dan inilah beberapa ayat dan doa yang mungkin cocok dengan konsep itu :

Kepala
“Bapa, saya meminta agar Engkau secara terus-menerus memperbaharui pemikiran suami saya, sehingga ia boleh berubah dalam kehidupanNYA. Bantu dia untuk membawa setiap pemikirannya menjadi tawanan Kristus, sehingga ia boleh menjadi patuh kepadaMU.Berikan Ia pemahaman yang besar akan perkataanMU. Bantu dia untuk memusatkan pikirannya pada hal-hal yang murni, jernih dan bersih.
(Mazmur 119:15, Roma 12:2, 2 Korintus.10:5)

Mata
“Bapa, tetap buka mata suami saya terhadap kebenaran rohani yang mendalam. Bantu dia untuk melihat hal-hal sebagaimana Engkau melihatnya. Tolong tuntun matanya untuk tidak melihat pada hal-hal yang tidak berharga.”
(Mazmur119:18, Mazmur119:37)

Telinga
“Bapa, biarlah suami saya dapat mendengar suaraMU dengan jelas. Bantu dia untuk mengenal suaraMU dengan pasti. Lindungi dia dari siapapun yang tidak mencari dan tidak berjalan dalamMU. Bantu dia untuk tidak terpengaruh secara negatif pada apa yang dikatakan oleh sekitarnya dan untuk bisa membedakan antara mana yang baik dan yang jahat. Berikan dia kemampuan untuk untuk membedakan mana yang dariMU dengan yang bukan”. (Yekita 30:21, 1 Raja-Raja 3:9, 1 Yohanes 4:1)

Mulut
 “Bantu suami saya untuk berbicara kebenaran dalam cinta. Bantu dia untuk bisa lebih cepat mendengar dan lambat dalam berbicara. Berikan ia kekuatan untuk menghadapi saat yang sulit dengan penuh kasih ketika diperlukan. Biarkanlah kata-kata yang ia ucapkan adalah milikMU dan bukan miliknya. Bantu dia untuk berbicara kata-kata yang membawa kasih karunia juga kebenaran kepada para pendengarnya. Saya juga berdoa agar Engkau sudi membantunya untuk tumbuh dalam kemampuan dan keinginan untuk berkomunikasi denganMU dan orang lain.”
(Mazmur 19:14, 119:13, 41:3; Efesus 4:15, 4:29)


Hati
“Berikan suami saya sebuah hati yang bergairah dalam pencariannya akan Engkau. Ajarkan dia untuk menjaga hatinya dengan tekun. Bantu dia untuk menjaga hatinya dari segala apapun yang tidak menyenangkan hatiMU. Berikan hati yang murni dalam hatinya, yang memungkinkannya untuk memimpin keluarga kecil kita ini dengan penuh integritas.
(Mazmur 78:72, 119:10-11; Amsal4:23; 13:13)

Tangan
“Tuhan, saya berdoa agar segala sesuatu yang suami saya kerjakan akan dikerjakan dengan sepenuh hatinya, melayangiMU lebih sungguh daripada melayani manusia. Saya berdoa agar Engkau juga membantunya untuk meningkatkan kemampuan dan keahliannya. Berkati setiap apa yang yang Engkau taruh dalam tangannya.
(Mazmur 24:3-4, Kolose 3:23)

Kaki
Saya berdoa agar suami saya bisa mencintai SabdaMU, dan berjalan dalam langkahMU. Saya berdoa agar dia akan selalu berjalan dalam setiap tingkah laku yang memuliakan namaMU, menghasilkan buah dalam setiap pekerjaan baik. Yesus, tunjukkanlah bagaimana berbagi kebenaranMU secara kreatif kepada anak-anak kami, khusunya ketika ia sedang tidak bersama mereka setiap hari. Bapa, ketika dia berjalan dalam lembah bayangan keraguan dan kesulitan juga kegelapan, saya berdoa agar ia tak merasa takut dan gentar sedikitpun karena dia tahu dengan pasti bahwa Engkau Tuhan selalu menyertai dia.
(Kolose 1:10, Mazmur 23:4)

Renee berkata : “Kita telah melihat DOA telah mengubah pernikahan kita dan juga hidup kita. Yang sangat dibutuhkan suami kita adalah hormat; dan apa yang dibutuhkan oleh pernikahan kita adalah DOA.”
Iblis selalu berusaha menghancurkan pernikahan siapa saja, dan satu alatnya adalah mengadu domba suami dan istri, membuat mereka saling bermusuhan, dengan caranya yang dikemas dengan bingkisan indah.

Ya Tuhan, saya ingin menghargai suami saya dan membangunnya dengan kata-kata saya. Bantu saya untuk bisa mengukur dengan hati-hati pikiran saya ketika membawa semua keluhan saya kehadapanMU.  Saya ingin menjadi cheerleader terbesar bagi suami saya, ketika dia memimpin Rumah Tangga kami, dan melihat apa yang Engkau lakukan dalam hidupnya. Saya percaya segala sesuatu itu mungkin ketika saya terus bergantung dan hidup dalamMU. Dalam Nama Yesus, Amin


YL. P31

Sabtu, 26 November 2011

Pasanganku Sahabatku

0 komentar

Anak dan cucu dari sepasang kakek-nenek bersehati membuat sebuah pesta di hari ulang tahun pernikahan dua sejoli yang sudah menikah selama 60 tahun lamanya itu. Pesta itu sangat istimewa sehingga acara diisi dengan momen-momen yang patut dikenang. Para anak, menantu dan cucu dari kakek-nenek yang berbahagia ini mempersembahkan puisi, lagu-lagu nostalgia, bahkan membuat video klip dari foto-foto masa lalu yang mereka ambil dari album tua milik si kakek-nenek. Malam itu menjadi malam yang tak terlupakan bagi semua orang yang hadir, suasana kekeluargaan yang begitu harmonis menyempurnakan acara malam itu.

Di satu kesempatan, salah seorang cucunya menjadi MC berkata, “Usia pernikahan Kakek dan Nenek kan sudah 60 tahun nih, bisakah Kakek dan Nenek menceritakan apa rahasianya sehingga pernikahan itu bisa langgeng?” Si Kakek yang terkenal agak pemalu dan tertutup tidak menjawab, ia malah berjalan ke panggung dengan membawa biola tuanya. Dengan mata yang bersinar Ia memainkan sebuah lagu cinta, dan tiba-tiba si nenek berdiri maju ke depan sambil menyanyikan lirik lagu cinta itu dengan suara soprannya. Semua orang terkesima mendengar gesekan biola yang berpadu dengan suara merdu si nenek. “Kami berdua mengenal lagu yang sama tapi mengekspresikannya dengan cara kami sendiri, Kakek dengan biola dan Nenek dengan suara. Namun dalam mengekspresikannya ada satu prinsip yang kami pegang erat, Nenek tidak pernah menyanyi untuk pemain biola lain dan Kakek tidak pernah memainkan biolanya untuk pemain lain,” kata nenek memberikan penjelasan. Penyatuan dua pribadi yang berbeda tidak mudah dijalankan dalam keharmonisan, suami dan istri harus bisa menyiasati perbedaan dengan kasih dan penerimaan.

Alkitab mengajarkan bahwa hubungan suami-istri itu adalah teman pewaris kasih karunia, “Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan istrimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.”(1Ptr 3:7). Bisa dikatakan bahwa prinsip hubungan antara pasangan suami-istri seharusnya adalah seperti “best friend” atau persahabatan, berbeda tetapi tetap jalan bersama. Suami menjadi sahabatnya istri, dan sebaliknya. Biasanya orang yang bersahabat tidak menyimpan rahasia, saling menjaga perasaan, dan saling membagi impian atau kerinduan terdalam yang mereka miliki.

Seseorang biasanya antusias menceritakan suatu pencapaian atau berita menarik yang dialaminya hari itu kepada sahabatnya. Ceritakan berita yang menarik lebih dulu kepada istri atau suami, jangan biarkan pasangan kita menjadi orang kedua atau terakhir yang mendengar berita baik itu. Berilah pasangan kita bagian yang terbaik dari hidup kita, yaitu hati, perhatian, telinga, dsb. Jadikan pasangan kita benar-benar sebagai teman pewaris kasih karunia!

DOA :
Tuhan Yesus, terima kasih untuk pasangan hidup yang kucintai dan mencintaiku. Mampukan kami saling menjaga sampai kematian memisahkan. Dalam Nama Tuhan Yesus. Amin.

Jumat, 11 November 2011

Stop From The Very Beginning

0 komentar
Tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi peremuan yang beribadah. 1 Timotius 2:10

Ketike Yesus berpuasa selama 40 hari, Ia dibawa ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Meski dalam keadaan fisik yang lemah, Yesus menang atas pencobaab itu. Tapi mengapa banyak anak Tuhan yang masih juga jatuh bangun dalam menghadapi godaan dosa? Bukankah Tuhan Yesus telah menang dan kita pun juga ditentukan untuk menjadi pemenang, bahkan lebih dari pemenang? (Roma 8:37). Masalahnya adalah ketika anak Tuhan mulai membuka celah bagi iblis, maka, iblis pun akan terus menerus mengejarnya supaya melakukan lebih banyak dosa. Kita berpikir toh hanya satu kali, setelah itu tidak lagi. Padahal dosa bersifat mengikat. Biasanya satu kebohongan akan menuntun kita kepada kebohongan yang lain. Satu dosa akan menuntun kita kepada satu dosa yang lin. Ini membuat kehidupan kita semakin jauh dari Tuhan. Tanpa sadar, kita menganggap bahwa kehidupan seperti yang kita jalani itu adalah hal yang wajar.

Misalnya, banyak perselingkuhan diawali dari Facebook, Sms, atau Bbm. Ketika sepasang suami istri mungkin terlalu sibuk dengan anak dan pekerjaannya masing-masing, eh, secara tidak sengaja ia bertemu dengan teman/pacar lama di Facebook. Kemudian mulailah komunikasi intens melalui SMS atau BBM. Obrolan seru lama kelamaan beralih menjadi saling curhat. Tidak mengherankan bila pada akhirnya banyak suami/istri yang merasa lebih diperhatikan oleh teman lama/pacarnya dulu daripada pasangannya sekarang. Dan ketika pasangan mulai curiga, kebohongan-kebohongan pun mulai terjadi. Banyak perselingkuhan terjadi karena kita berpikir bahwa kita akan bisa mengendalikan situasi dan terlalu percaya diri bahwa kita tidak akan jatuh.

Dalam Matius 26:41 dikatakan bahwa Roh meang penurut tetapi daging lemah. Kita harus menyadari bahwa kita tetap makhluk yang tidak kebal terhadap godaan. Firman Tuhan berkata jika tanganmu menyesatkanmu maka potonglah dan jika matamu menyesatkanmu maka cungkillah (Matius 5:27-30). Ini berarti bahwa sedini mungkin kita harus membuang jauh-jauh bila ada hal-hal yang bisa menggoda kita untuk berbuat dosa. Misalnya, bila kita berlangganan internet tetapi kita malah menggunakannya untuk melihat situs-situs porno, maka berhentilah berlangganan atau letakkan komputer si ruang keluarga. Intinya, apapun yang bisa membuat kita terjerat dosa, cegahlah dan buanglah jauh-jauh sedini mungkin!





"Yang paling menggairahkan dan memuaskan adalah wawasan yang muncul tiba-iba yang membuat kita berubah menjadi sosok yang lain-bukan hanya berubah, tetapi berubah menjadi lebih baik. Saat seperti itu memang langka, tapi kita semua pasti pernah mengalaminya. Kadang-kadang asalnya dari buku, dakwah, khotbah, syair dalam sebuah puisi, nyanyian."



Setelah membaca renungan ini, aku menjadi bergairah untuk menjadi lebih baik dari kemarin...
Semoga..

Waktu Mollie

0 komentar



Kusandarkan tubuhku kesalah satu papan kayu dan menarik napas panjang. Mollie yang bekerja dengan mantap mengangkut batu bata itu, tampak santai dan jadi banyak bicara, bercerita tentang bangunan-bangunan yang dibangunnya, dan tentang  sekolah, teman-temannya dan pelajaran menunggang kuda yang akan diikutinya. Dan, aku baru sadar, kami memang tengah membeli batu bata untuk membangun dinding, tetapi sebenarnya yang kami lakukan adalah merubuhkan dinding, dengan membongkar satu demi satu batu bata. Dinding yang telah mengancam akan memisahkan aku dari putriku.

Sejak saat itu, aku baru mempelajari berbagai hal yang telah dipelajari ibunya. Cara menonton acara TV bersama Mollie, meskipun sebenarnya aku tidak ingin menonton acara itu, cara menemaninya dengan sungguh-sungguh, bukan sambil membaca koran atau majalah. Mollie tidak menginginkanku karena barang yang dapat kuberikan kepadanya, atau karena aku mengajaknya pergi entah kemana, atau bahkan bukan karena apa yang kami lakukan bersama-sama. Dia hanya menginginkan kehadiranku. Titik.

Selasa, 11 Oktober 2011

MAAFKAN

0 komentar


Di sebuah ruang pengadilan, seorang pemuda duduk di kursi terdakwa. Ia didakwa membunuh teman sebayanya. Sebelum hakim membaca keputusan, ia bertanya kepada ayah anak yang menjadi korban, “Pemuda ini terbukti bersalah membunuh putra Anda. Menurut Anda hukuman apa yang setimpal untuknya? Bapak tua itu menjawab,”Pak hakim anak saya telah meninggal. Hukuman apapun tidak akan mengembalikan hidupnya. Saya sangat mengasihinya, dan sekarang tidak punya siapa-siapa untuk saya kasihi. Tolong kirimkan terdakwa ke rumah saya, untuk menjadi anak saya.”
Mengucapkan kata maaf memang mudah, tetapi siapa yang mengetahui benarkah maaf itu adalah yang sebenar-benarnya dari lubuk hati yang terdalam. Bilamana ada orang lain yang menyakiti kita, baik secara batin maupun secara fisik, apa reaksi kita, Apakah ingin menghukumnya? Mencoba untuk membuatnya merasakan penderitaan yang kita rasakan, bahkan kalau bisa lebih menderita? Memaafkan memang bukan perkara semudah membalik telapak tangan. Perlu kerendahan hati dan kasih yang tulus untuk melakukannya.
Kita harus menyadari bahwa ibarat orang berhutang, kita lebih punya banyak berhutang kepada Tuhan, daripada orang lain kepada kita. Dosa kita terlalu banyak, dan telah lunas oleh kasih Kristus. Jadi, kalau hutang kita yang segitu banyaknya sudah Tuhan bayar lunas, mengapa kita masih harus terus menuntut orang lain “membayar” hutangnya kepada kita? Selain itu menyimpan dendam dan kebencian dalam hati hanya akan menimbulkan ketidaksejahteraan. Hanya menambah beban. Dengan memaafkan sebenarnya kita sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Ingatlah bahwa perintah yang Tuhan berikan kepada kita adalah untuk kebaikan kita, termasuk perintah untuk mengampuni sesama kita. Menyimpan dendam ibarat membawa sekarung kentang busuk di punggung kita dan membawanya kemanapun kita pergi. Siapakah yang paling dirugikan? Tentu saja diri kita sendiri. Kita yang menghirup aroma busuknya, kita juga yang menanggung beban beratnya—setiap saat! Hari ini, ambillah keputusan untuk mengampuni dan bebaskanlah diri Anda sendiri. 

Spirit For Women.

Jumat, 09 September 2011

ALAT DI TANGAN TUHAN

0 komentar

Saaudara-i terkasih dan teman-teman sekalian, pernah anda berpikir bahwa kemampuan anda yang sederhana itu mampu melahirkan hal yang luar biasa. Terbersitkah dalam benakmu bahwa hal sederhana yang kamu miliki mampu mengobah dunia, mempengaruhi orang lain, membuat suatu keajaiban dan bahkan menyelamatkan orang lain, tidak anda sadari. Kalau belum pernah, yakinkan dirimu bahwa kemampuan, talenta, bakat atau apa saja yang anda punyai kendati pun itu sangat sederhana pada suatu saat akan "berdaya guna" untukmu dan orang lain. Optimislah bahwa dirimu saja adalah suatu keajaiban yang tidak terkira bagi dunia ini.

Seorang wanita muda yang merasa dirinya tidak mempunyai apa-apa, tidak punya bakat atau talenta yang patut dibaggakan apalagi di"laporkan" ke orang lain atau lingkungan. Tapi ia punya "sesuatu" yang tidak semua orang miliki yakni sikap optimis dan semangatnya. Ini yang senantiasa menyertai langkah hidupnya. ini barangkali yang membedakan dirinya dengan banyak orang. Ini yang seyogianya hadir di setiap langkahnya; SEMANGAT DAN OPTIMIS.

Pada suatu hari ia mendaftar menjadi anggota paduan suara di Gerejanya (anggota koor). Melihat suaranya yang pas-pasan, ia tidak bermimpi menjadi penyanyi profesional, seperti Shania Twain, apalagi Taylor Swift. Pemimpin (dirigen) dari paduan suara itu "mentest" nya beberapa kali. Hasilnya sangat tidak memuaskan dari segi "SUARA". Suaranya jelek, tidak mempunyai karakter dan yang paling utama, sulit menentuka ia punya suara yang mana: sopran, mejo sopran atau alto. Maka ia pun sulit dimasukkan ke suara 1, 2 atau tiga. Tapi dirigen itu melihat sesuatu yang luar biasa dalam dirinya; keseriusan, semangat dan optimis. Maka ia pun diterima. Wanita muda itu pun sangat serius dan bertanggung jawab. Ia latihan bukan hanya saat di tempat latihan (Gereja) bahkan setiap saat, bahkan ketika ia berjalan ia sering mengulang lagu-lagu itu.

Wanita itu tinggal di apartement lantai ke-3. Apartemen itu dikenal sangat rawan. Di sana sering terjadi pencurian, pembongkaran dan perampokan. Pada suatu malam ketika pulang latihan,  ia melihat seorang laki-laki yang seram dan sangat mencurigakan di sekitar lantai 3. Ia pun keringat diingin dan sangat ketakutan. Ia berpikir bahwa ia dalam bahaya besar. Tetapi entah kenapa ia spontan bernyanyi, lagu yang sedang mereka latih, "ketika kamu berjalan dalam badai sekali pun jangan takut karena kamu tidak berjalan sendirian. Allah ada di sana menyelamatkanmu,”  Ia terus mengulang-ulang lagu ini sampai ia masuk ke kamarya. Ketika ia sudah berada di kamarnya, wanita itu pun bersyukur kepada Allah karena ia selamat dari orang yang dicurigainya itu.

Besoknya ketika ia bangun, Wanita itu menemukan selembar kertas di bawah pintunya dan di sana terhampar suatu tulisan demikian, "Saya sama sekali tidak mengenalmu, tetapi terimakasih banyak atas lagumu tadi malam, “ketika kamu berjalan dalam badai sekali pun jangan takut karena kamu tidak berjalan sendirian. Allah ada di sana menyelamatkanmu,” Sebenarnya saat itu, saya sedang putus asa dan dalam posisi mau bunuh diri, melompat dari apartement lantai 3, karena banyak masalah yang melanda hidupku. Tetapi ketika saya mendengar lagu mu itu, saya membatalkan rencanaku untuk bunuh diri itu. Kamu telah menyelamatkan saya. Terimaksih banyak. Saya akan bersikap optimis dan semangat. (Di bawah ia tanda tangani, dari laki-laki yang kamu lihat tadi malam). Wanita itu pun terharu karena, apa yang dia miliki, "SUARA JELEK'  tapi itu telah menyelamat hidup orang lain.

Saudara-i terkasih, kita punya talenta, kita punya bakat, kita punya kemampuan yang tidak sama dan seragam. Tapi ingatlah keberhasilan bukan terutama ditentukan oleh berapa banyak talenta atau kemampuan bahkan briliannya otak anda tetapi yang paling utama ialah: SEMANGAT, OPTIMIS DAN BERJUANG. Ini yang dimiliki oleh wanita dalam kisah itu. Semoga kita mampu seperti wanita biasa itu bahkan mungkin kita lebih punya banyak kemampuan, talenta dan bakat dibandingkan dirinya. Yakinlah pada suatu saat anda dan saya juga akan dipakai Tuhan untuk membuat suatu "keajaiban" dalam hidup ini dari kemampuan kita yang biasa dan sederhana.  Semoga


by : Yosafat Ivo Ofm Cap

Kamis, 08 September 2011

JANGAN BIARKAN BAHTERA ITU KARAM

0 komentar
Masihkahkah lampu itu bercahaya, dan roda itu tetap berputar. Masihkah  matahari itu tetap akan terbit esok pagi dan bulan serta bintang itu muncul pada malam gelap.? Masihkah kita tetap berharap akan turunnya hujan untuk menyapu kemarau ini dan memberikan kesegaran bagi tanah kering dan tanaman yang hampir layu?  Dan masihkah kami harus tetap bertahan saat kami sudah berdiri di “rel” yang berbeda yang tidak mungkin ada pertemuan?

Inilah “sekepingan” keluhan yang bernada keputusasaan dari sepasang suami isteri yang keluarganya dilanda prahara. Mereka bagai mengayuh bahtera itu di tengah gelora ombak dan kepungan badai samudera. Mereka seperti kehilangan arah bagaimana harus membawa “perahu” yang retak itu sampai pada tujuan; kesatuan kekal,  kegembiraan abagi dan sehidup semati, sebagaimana mereka telah janjikan saat menikah 13 tahun yang lalu. Mereka telah mencatat bahwa “perahu” itu telah sarat dan bahkan hampir  tenggelam karena penuh dengan muatan; keegoisan, menang sendiri, curiga, cemburu buta, salah paham, salah pengertian,  cuek, tidak mau bertanya,  kasar, negatif thinking, pesimis, gampang tersinggung.

Saat hening berteman sepi, aku ambil tiga lembar kertas kosong,  satu untuk suami, satu untuk isteri dan satu untuk saya. Untuk mereka saya sudah beri dua pertanyaan;  sebagai suami dan isteri apakah kamu masih melihat hal positif dalam diri pasanganmu? Dan jika ada coba tuliskan.  Dari jawaban mereka saya temukan beberapa yang menjadi mutiara indah dan kekuatan dahsyat yang mampu “menambal” bahtera yang retak itu yakni mereka masih cinta satu sama lain, cinta anak-anak.

Kemudian aku paparkan pesan dari kertasku sendiri, “Jangan terlalu fokus dengan hal negatif tetapi seriuslah berpikir dengan hal yang positif yang sungguh membangun. Atau dengan bahasa sederhana, jadikanlah problem itu menjadi kekuatan untuk memurnikan cinta dan kasih itu.  Kedua jangan juga terlalu dan terkuras waktu dan pemikiran untuk melihat sisi negatif dari pasanganmu tetapi carilah sesuatu yang positif yang bisa membuang rasa dan pikiran negatif itu karena banyak terjadi bahwa  masalah terbesar bukan karena sesuatu yang jelek atau buruk dalam diri pasangan tetapi terlebih sikap yang  terpatri dalam diri sendiri  yang hanya melihat sisi negatif. Atau dengan bahasa khiasan, lembaran hitam itu pasti ada juga titik putih di dalamnya.
    
Karena itu, saya tidak meminta anda untuk menghindari badai itu dan juga tidak mengharapkan anda  untuk menyesali  kalau “perahu” itu telah berada di tengah samudera yang berkecamuk. Aku meminta anda, buanglah muatan yang tidak baik itu (egois, curiga, menang sendiri, pesimis, negative thinking.. dst) dengan cinta yang kamu miliki dan harta terbesar (anak-anak) yang kamu punya. Aku sapa isterinya: ”Jangan biarkan suamimu seorang diri membawa bahtera itu, tetapi bantulah dia dengan kekuatanmu: dukungan, doa, sapaan, senyuman, sambutan hangatmu dan pelayananmu. Sapaan untuk suami, “Berilah juga  waktu bagi  isterimu untuk mengarahkan bahtera itu dengan, “Kepercayaan, tanggungjawab, kesempatan,  dukungan, doa, kehadiranmu, dst.” Inti  terdalam kalau anda sering bersatu dan bersama dalam kegembiraan pupuklah juga sikap yang sama satu dalam masalah, satu dalam badai, satu dalam derita.

Kalau awalnya mereka datang dengan sedih, pesimis dan tetapi akhirnya mereka pulang dengan gembira dan optimis diwarnai jabat tangan mesra. Doaku untukmu…..  

Saudara-I dan teman-teman sekalian, bangunlah bahtera itu dengan saling mempercayai, arahkanlah perahu itu dengan saling mendukung. Bersatulah dalam suka, dan semakin bersatulah dalam badai kehidupan. Jangan biarkan perahu itu sarat dengan muatan yang tidak baik.  Kalau ini nyata, cahaya yang beredip-kedip itu akan terang kembali,  roda tersendat itu akan lancar kembali, rel itu akan bersatu kembali lewat kasih dan akhirnya bahtera itu akan berhasil melewati badai samudera itu. Maka jangan tergantung apakah matahari itu akan terbit esok pagi dan bulan serta bintangitu muncul di malam gelap, tetapi nyalakanlah cahayamu sendiri dan api cinta kasihmu dengan kesetiaan, keterbukaan, saling mendukung dst.  Semoga.



Sabtu, 27 Agustus 2011

Cermin

0 komentar


Diceriterakan bahwa pada suatu hari setan berhasil menciptakan sebuah cermin yang memiliki kemampuan untuk mengubah segala sesuatu menjadi kebalikannya. Wajah yang cantik jadi jelek. Hal yang benar jadi salah, yang baik jadi buruk!!

Pada suatu saat setan itu pergi ke sorga untuk mencemoohkan para malaikat, bahkan Allah dengan cermin itu. Kalau malaikat melihat cermin itu, mereka akan melihat wajahnya seperti wajah setan. Namun, dalam perjalanannya ia tidak hati-hati memegang cermin itu, cermin itu jatuh terpental ke bumi menjadi berjuta-juta serpihannya!!

Kalau serpihan itu masuk ke dalam mata manusia, maka manusia akan melihat hal-hal yang benar menjadi salah, yang baik jadi buruk!! Kalau sudah terjadi demikian maka manusia akan secara picik dan angkuh menolak hal-hal yang sebenarnya benar dan baik!

Pertanyaan refleksi untuk kita semua : Apakah mungkin ada serpihan cermin setan itu telah masuk mata kita??

Selasa, 09 Agustus 2011

7 UP

0 komentar
7 kata "UP" untuk sukses

1. WAKE UP (bangun).
Tdk peduli berapa kali kita gagal, tp jika kita lbh banyak bangun & memulai lagi, kita akan sukses.

2. DRESS UP (berhias).
Kecantikan dr dlm jauh lebih penting drpd sekedar hiasan luar yg sementara. Miliki mentalitas berkelimpahan, hasil dr suatu harga diri & rasa aman yg dalam. Ini akan menghasilkan kesediaan utk berbagi pernghormatan, keuntungan, dan tanggung jawab.

3. SHUT UP (berhenti bicara).
Berhentilah bicara tentang kesuksesan masa lalu, sdh saatnya fokus'kan diri utk kesuksesan masa depan.

4. STAND UP (berdiri).
Berdirilah teguh pada keyakinan awal bahwa kita pasti berhasil.

5. LOOK UP (pandanglah).
Saat peresmian Disney Land, seorang wartawan bertanya pada istri almarhum Walt Disney "bagaimana perasaan bapak kalo lihat impian'nya telah jadi kenyataan dgn dibuka'nya Disney Land ini?" Istri Walt Disney menjawab "Ia telah melihat ini semua terjadi jauh sebelum proyek ini terbentuk". Lihatlah semua impian kita dalam imajinasi kita seakan-akan semuanya telah terjadi.

6. REACH UP (Capailah).
Capailah sesuatu yg lebih tinggi dr prestasi sebelumnya krn itu menandakan bahwa kita memang bertumbuh.

7. LIFT UP (Naikkan). Naikkan semua impian kita dlm bentuk doa ucapan syukur seakan-akan semua telah terjadi...
Sumber : Unknown.
Copied from : Love Hands

Selasa, 21 Juni 2011

KELUARGA BAHAGIA TAK HARUS KAYA

0 komentar
Tidak bisa dimungkiri, kadang keadaan ekonomi keluarga yang pas-pasan membuat orang sulit mensyukuri keadaan. Kekayaan atau keadaan seolah menjadi syarat sebuah keluarga dapat disebut bahagia.
Sehingga pada akhirnya, karier suami yang tidak juga maju menjadi sesuatu yang terus menjadi masalah. Padahal kenyataannya tidak seperti itu, materi dan fasilitas berlebih tidak menjadi syarat utama agar kehidupan Anda bersama suami dapat disebut bahagia. Berikut hal-hal yang dapat Anda syukuri dari pasangan Anda :

PATUNG

0 komentar
Pada suatu malam hari di musim salju yang dingin seorang pertapa mencari sebuah tempat berteduh di sebuah kuil. Orang lelaki yang malang itu berdiri menggigil di tempat di mana serpih-serpih salju berjatuhan terus-menerus.
Maka Imam penjaga kuil itupun berpikir bahwa orang ini mesti dipersilakan masuk, katanya, “Baiklah, Anda dapat tinggal di tempat ini, tetapi hanya satu malam. Tempat ini adalah kuil, dan bukan penginapan. Besok pagi Anda sudah harus pergi dari sini.”

Senin, 20 Juni 2011

Kuasa Lidah

0 komentar
Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
Amsal 18:21

Kekuatan dari lidah tidak berada pada otot yang membentuknya, tetapi pada setiap kata yang jatuh ke atasnya. Kita sering berbicara kata-kata negatif dimana kita harus menahannya, baik kepada anak, suami, teman atau kerabat lainnya.
Ada banyak kata-kata negatif yang saya dapatkan di masa kecil saya. Rasanya jarang sekali mendapatkan kata-kata yang memberikan dorongan, penguatan. Dan sebagai hasilnya saya menjadi pribadi yang takut salah, dan cepat putus asa.
Belajar dari apa yang saya alami, maka saya tidak ingin hal ini terjadi pada anak saya. Sebisa mungkin saya memberikan pujian, mendorongnya untuk berbuat baik dan menahan lidah saya di saat saya marah karena anak saya tidak patuh.

Karena saya sadari sepenuhnya seperti apa yang diungkapkan oleh Joel Osteen bahwa : “Kata-kata negatif seperti itu akan membuat anak-anak kita kehilangan nilai yang Tuhan telah tempatkan dalam diri mereka. Sebagai orang tua,

Rabu, 08 Juni 2011

SIAPKAN DIRI UNTUK MENDAPATKAN LEBIH

0 komentar
Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu!

Yesaya 54 :2

Tuhan memiliki banyak sekali berkat dalam tokoNya buat kita. Dia telah mempersiapkan masa depan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Dia ingin membawa kita ke tempat yang tidak pernah impikan sebelumnya. Tetapi untuk mendapat bagian dalam semua berkatNya itu, kita harus meningkatkan kapasitas kita untuk menerima. 

Pikirkan hal ini: jika kita memiliki memiliki sebuah ember,

Air Yang Memberi Hidup

0 komentar

Perkataan mulut orang adalah seperti air yang dalam, tetapi sumber hikmat adalah seperti batang air yang mengalir. Amsal 18:4

Di seluruh dunia, ada banyak orang yang merasa sendirian, terluka, melewati kekecewaan, menderita sakit hati. Sebagai orang percaya, Tuhan memberikan kita sesuatu untuk ditawarkan kepada mereka. Kita bisa membawakan penyembuhan.  Dengan kata-kata, kita dapat membebaskan mereka dari tekanan. Dengan mengatakan “Anda cantik.” “Anda mengagumkan.” “Anda berbakat.” “Tuhan sedang menyiapkan masa depan yang cerah bagi Anda.” Kata-kata yang membangkitkan semangat ini dapat memutuskan rantai tekanan dan sikap rendah diri mereka. Kita mungkin tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, tetapi mungkin itu adalah jalan Tuhan, satu kalimat yang menguatkan, dipakai Tuhan untuk memulai proses penyembuhan dan mengatur orang tersebut dalam suatu pola pemikiran baru. Dan ketika kita membantu memutuskan rantai tersebut, rantai-rantai lain yang mungkin kita miliki juga terlepas.
Mulai hari ini mari kita saling menguatkan dengan kata-kata yang mendorong. Beritahu apa yang orang lain bisa menjadi, berikan pujian dengan begitu kita bisa menjadi penyembuh bagi orang lain dan juga diri kita sendiri. Biarlah kata-kata yang kita ucapkan menjadi air segar bagi mereka yang sedang tertekan. Dan hidup akan kita dipenuhi dengan kelimpahan.

Doa:
Bapa di surga, terima kasih karena Engkau membiarkan air penyembuhanMu mengalir dalam saya lewat PutraMu Yesus Kristus. Saya ingin mencurahkan kata-kata saya bagi orang lain yang membutuhkan dan menyegarkan mereka dengan kata-kata yang memberi hidup. Pimpinlah kata-kata saya, langkah saya dan biarkanlah semua yang terjadi hanyalah untuk kemuliaan namaMu. Dalam nama Yesus, Amin. 

Osteen

Kamis, 02 Juni 2011

RAHASIA RELASI

0 komentar

Alasan  Anda harus mencintai ANDA adalah karena mustahil merasa baik jika Anda tidak mencintai ANDA. Ketika Anda merasa buruk terhadap diri sendiri, Anda menghalangi semua cinta dan kebaikan yang disediakan S emesta bagi Anda.
Ketika Anda merasa buruk terhadap diri sendiri, rasanya seperti Anda  menghisap hidup Anda keluar dari diri Anda. Semua kebaikan Anda, dalam setiap hal-termasuk kesehatan, kekayaan dan cinta-berada pada frekuensi kegembiraan dalam perasaan baik. Perasaan memiliki energi yang terbatas, dan perasaan sehat serta sejahtera yang menakjubkan, semuanya berada di frekuensi perasaan yang baik. Ketika Anda merasa buruk terhadap diri ANDA, Anda berada pada frekuensi yang menarik lebih banyak orang, situasi, dan lingkungan yang membuat Anda merasa buruk terhadap diri ANDA.
Anda  harus mengubah fokus dan mulai memikirkan semua hal yang indah dan bagus tentang ANDA. Carilah hal-hal positif dari diri ANDA. Ketika Anda berfokus pada hal-hal itu, hukum tarik menarik akan menunjukkan lebih banyak hal hebat tentang diri ANDA. Anda akan menarik apa yang akan Anda pikirkan. Yang perlu Anda lakukan hanyalah memulai dengan satu pikiran panjang tentang sesuatu yang baik tentang diri ANDA, dan hukum tarik menarik akan merespon dengan memberikan lebih banyak pikiran serupa kepada ANDA. Carilah hal-hal yang baik tentang ANDA. Carilah maka engkau akan menemukan!

Minggu, 29 Mei 2011

Pengampunan

0 komentar

Jikalau seseorang berbuat dosa terhadap kamu dan kalau ia bertobat dan menyesal, ampunilah dia.
Tetapi, kalau ia berlaku secara tidak mengenal malu dan tetap melakukan kesalahan yang sama, maafkanlah dia juga dalam hatimu, dan biarkanlah Tuhan sendiri yang menghukumnya.