Minggu, 16 Januari 2011

Monday

0 komentar
Dunia ini adalah dunia yang penuh dengan keanekaragaman. Wajah yang berbeda. Agama yang berbeda. Suara yang berbeda. Iman yang berbeda. Warna berbeda. Fakultas berbeda. Rasa dan temperamen juga berbeda. Tapi satu hal yang sama dari semua. Semua orang menginginkan kebahagiaan yang kekal. Pengetahuan yang tak terbatas, keabadian, kebebasan dan kemerdekaan.
Semuanya itu hanya dapat diperoleh dengan ===> "Pengetahuan akan diri sendiri."

Doa Seorang Ayah Untuk Anaknya

0 komentar
Tuhanku, binalah anak hamba untuk menjadi seseorang yang cukup kuat untuk mengakui kelemahannya, cukup berani untuk mengakui ketakutannya, bangga dan tabah serta jujur dalam mengakui kekalahan, rendah hati dan lemah lembut dalam kemenangan.

Binalah anak hamba menjadi seseorang yang mampu mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja; seorang anak yang sadar bahwa mengenal Engkau dan mengenal dirinya sendiri adalah landasan segala pengetahuan.

Kumohon kepadaMu, janganlah pimpin dia di jalan yang mudah dan enak, namun berilah dia kesempatan untuk mengalami tekanan dan cobaan di jalan yang penuh kesulitan dan tantangan. Berilah dia kesempatan belajar untuk tetap tegak dalam prahara, dan welas asih kepada yang mengalami kegagalan.

Binalah anak hamba untuk berhati tulus, dan bercita-cita tinggi; seorang anak yang mampu memimpin dirinya sendiri sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain, seorang anak yang memahami arti tawa ceria tanpa melupakan arti tangis duka, seorang anak yang mampu memandang jauh ke masa depan namun tidak melupakan masa yang telah silam.

Dan bila semua ini telah menjadi miliknya, aku mohon kepadaMu, tambahkanlah secercah kejenakaan supaya dia dapat bersungguh-sungguh dan juga dapat menikmati hidupnya.

Anugerahilah dia kerendahan hati dan kesederhanaan yang merupakan dasar keagungan yang sejati, kesediaan untuk menerima kenyataan yang merupakan dasar kearifan yang sejati dan kelembutan yang merupakan dasar dari kekuatan yang sejati.

Dan akhirnya, jika semua itu telah terwujud, hamba, ayahnya, akan memberanikan diri untuk berbisik, "hidup hamba tidaklah sia-sia.”

(Doa ini adalah bagian dari warisan spiritual Jendral Douglas MacArthur bagi anaknya. Ia menulis doa itu pada hari-hari pertama Perang Pasifik yang sangat berat baginya)

Sabtu, 15 Januari 2011

SIMBOL

0 komentar
Sang guru menyatakan bahwa dunia yang dilihat oleh kebanyakn orang, bukanlah dunia kenyataan. Melainkan dunia yang diciptakan oleh pikiran mereka.

Ketika seorang ahli datang dan berdebat soal itu, sang guru meletakkan dua batang korek api di atas lantai, dalam bentuk huruf "T" dan bertanya, "Apa yang kamu lihat disini?"

"Huruf T" jawab ahli itu.
"Persis seperti yang saya pikirkan," kata sang guru.
"Tak ada huruf T, itu hanyalah sebuah simbol di kepalamu. Apa yang kamu lihat disini adalah dua potong kayu berbentuk batang."

Kesalahan

0 komentar
Kepada seseorang yang takut membuat kesalahn, sang guru berkata :
"Mereka yang tidak membuat satu kesalahanpun justru membuat kesalahan paling besar.
Mereka tidak mencoba sesuatu yang baru."

Jumat, 14 Januari 2011

Perubahan

0 komentar
Perubahan adalah sebuah proses. bnyak orang ingin berubah, tapi tak ingin tinggal dalam proses menunggu. kebenarannya menunggu juga adalah pemberian dan kita akan menunggu.
Pertanyaanya > apakah kita menunggu di jalan yang benar atau yg salah?
Jika kita menunggu di jalan yang salah, maka kesusahanlah yang kita tuai.
Tapi, jika kita memutuskan untuk menunggu di jalan Tuhan, 
kita akan menjadi sabar dan juga menikmati penantian itu.
Semua ini membutuhkan latihan, dan tidak mudah untuk berubah jika kita melihat dari sudut pandang kita sebagai manusia.
Namun ketika kita membiarkan Tuhan untuk membantu kita dalam setiap situasi hidup kita, kita membangun kesabaran yang adalah buah dari roh.  

Kamis, 13 Januari 2011

Imajinasi

0 komentar
Ketika pikiran dibiarkan bebas terbang dan liar,
dengan pemikiran yang penuh dengan imajinasi, pandangan 
terhadap hidup dan juga dunia akan terlihat berbeda.
Biarkan setiap anak bermimpi, jangan berikan batasan pada pemikiran-pemikiran 
mereka, menulis, menemukan, menguasai atau berkonsep.
Ketika imajinasi anak terus didorong, dan terus berkembang,
maka akan menghasilkan kreatifitas. 

DAHULU KEGELAPAN SEKARANG TERANG

0 komentar

Terkadang masih ada banyak pertanyaan yang tak terjawab, mengapa semua itu harus terjadi padaku...? Mengapa dahulu dia mencampakanku dan membuat semua cita-cita dan mimpiku menjadi lebur bersama puing kehancuran?
Seandainya saja, aku tidak mengambil keputusan ini dahulu mungkin saat ini kehidupan aku tidak seperti ini. Mengapa aku tak bisa seperti dia....? Mengapa dia bisa begitu tenang menghadapi sementara aku tidak...? Mengapa dia tega melakukan itu semua...?
Hidup dalam semua pertanyaan itu membuat aku, dipenuhi kebencian, dendam, iri hati, congkak, kebohongan. Dan apa yang aku dapatkan..?
Damaikah hati ini...? Tidak....!
Tenangkah hati ini...? Tidak....!
Sunyikah hati ini....? Tidak....!
Lalu apa....? Neraka.....! Kemarahan selalu menguasaiku, marah akan orang-orang yang sudah membuat hidupku seperti ini, mereka yang sudah mengkhianatiku, mereka yang sudah mencampakanku, mereka yang sudah memanfaatkanku...Setiap kali aku dikecewakan karena sesuatu berjalan tidak sesuai kehendakku, perih itu seperti belati, menusukku hingga berdarah-darah, perih yang sama rasanya seperti ketika aku dicampakkan dahulu.

Aku sudah berdoa dan memohon, tapi dimana Tuhan? Hatiku masih hampa. Aku haus akan kedamaian hati, ketenangan jiwa. Tuhan dimana? Aku bahkan tak dapat merasakannya.
Aku masih hidup dalam dosa. Bahkan dalam dosa pun aku terus mencarinya, terus dan terus. Aku terus bertanya kepada suami, sahabat, teman-teman, buku-buku dan khotbah-khotbah yang aku baca.
Entah sejak kapan aku disembuhkan. Ketika aku dikecewakan, perih itu memang masih ada, namun tak berdarah-darah lagi. Sulit bagiku untuk menjelaskannya, namun yang pasti semua tak lagi sama.
Dalam perjalanku aku belajar, untuk melihat masa laluku bukan dari cara mataku melihat namun dari cara Tuhan melihat.
Aku belajar untuk mengganti “mengutuk dengan memberkati”
Aku belajar untuk mengganti “mengeluh dengan bersyukur”
Aku belajar untuk mengganti “kemarahan dengan memaafkan”
Aku belajar untuk mengganti “prasangka dengan kepercayaan”
Aku belajar untuk lebih berfokus pada diriku sendiri, daripada segala masalah diluar hidupku.
Aku belajar untuk menanggalkan semua masa laluku, dengan terlebih dahulu memaafkan diriku sepenuhnya sebelum kudapat memaafkan mereka semua. Hidup dalam rasa kasihan terhadap diri sendiri dan juga rasa bersalah sangatlah tidak enak. Maka aku putuskan untuk percaya bahwa “Aku sudah dimaafkan dan sudah dipulihkan dan aku ingin BERTOBAT.”
Aku memenuhi hidupku, sekelilingku dengan puji-pujian.
Semampuku aku luangkan waktuku untuk bersaat teduh, teduh dalam terang FirmanNya, teduh dalam peneguhan, penguatan dan pemulihan.
Dengan iman yang kecil, aku ingin terus maju menghadapi hidupku. “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya akan berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran.” Efesus 5 :8-10.
Ketika aku memutuskan untuk meninggalkan semua masa laluku, memaafkannya, aku dipulihkan dan dijadikan baru dalam Tuhan.
Tidak mudah memang untuk mengikuti jalanMu Tuhan, akan ada banyak tantangan yang akan aku lalui. Namun, aku tidak takut karena:
Aku percaya bahwa Engkau Tuhan, tak akan pernah meninggalkan aku bergumul sendiri.
Aku percaya bahwa Engkau Tuhan, akan selalu memimpin dan membukakan jalan untukku.
Aku merasa lebih nyaman saat ini, lebih damai, lebih santai jalani hidup, lebih tenang dan sedetikpun tak ingin ku beranjak dari kehidupan baruku. Semakin aku dikuatkan oleh lagu ini :
Satu hal yang kurindu, berdiam di dalam rumahMu
Satu hal yang kupinta, menikmati baikMu Tuhan
Lebih baik satu hari di pelataranMu, daripada seribu hari ditempat lain.
memujiMu, menyembahMu, Kau Allah yang hidup dan menikmati semua kemurahanMU.
Tuhan, terima kasih untuk penyertaanMu setiap saat. Penyertaan yang Engkau berikan lewat tangan-tangan sesamaku. Suami yang terus mendukung, Ipar yang terus menguatkanku dalam belajar dan mempercayai firmanMu, sahabat-sahabat dalam Kristus, dan juga keluargaku. Ajar aku Tuhan, untuk jeli melihat kehadiranMu, untuk bersyukur atas setiap berkat yang kau limpahkan, dan juga membagi kasih kepada sesamaku. Hanya dalam Engkau saja Tuhan aku dapat melakukan kasih. Amin.