Jumat, 04 Februari 2011

Bersabarlah untuk Menjadi Sabar

0 komentar
Hiruk pikuk dalam kepalaku mendadak sepi,
Pertentangan dalam batinku mendadak temukan titik damai
Gundah gulanaku leleh pada titik leleh nol derajat.
Aku milik Tuhan sekarang....

Selama beberapa hari aku dicobai
Nafasku sesak, terhimpit beban
Kini lega aku rasakan
Tuhan plongkan aku...

Hiruk pikuk dalam kepalaku mendadak sepi,
Pertentangan dalam batinku mendadak temukan titik damai
Gundah gulanaku leleh pada titik leleh nol derajat.
Aku milik Tuhan sekarang....

Selama beberapa hari aku dicobai
Nafasku sesak, terhimpit beban
Kini lega aku rasakan
Tuhan plongkan aku...

Kamis, 03 Februari 2011

Pada Akhirnya semua akan baik.

0 komentar
Hidupku tidak akan pernah berakhir
karena hal baik yang terjadi padaku hari ini.
Hidupku tidak akan pernah berakhir,
karena hal buruk yang terjadi padaku hari ini.
Hal baik ataupun buruk,
Pada akhirnya semua akan menjadi baik......


Kalimat-kalimat diatas, mengingatkan saya kembali pada beberapa baris yang ada dalam buku doa sang katak atau sejenak bijak. Entahlah ingatanku t'lah menguap, tak mampu lagi mengingat secara detail yang telah lewat 11 tahun lalu.
Dan kali ini kembali terdengar lewat drama korea Baker King Kim Tak Gu. Pelajaran hidup saya dapatkan dari situ. Sesulit apapun, hidup tetap harus berjalan dan dijalani. Ada banyak air mata, namun tak ada keluhan, air mata dalam diam, diam dalam banyak pergumulan.
Itu mungkin hanya serial drama, tetapi kebijksanaan dan pelajaran yang tertuang didalamnya, patut dijadikan
cerminan dalam hidup kita.
Semua yang terjadi, entah itu baik atau buruk, pada akhirnya akan menjadi baik....menjadi baik....
Jika konsep ini sudah tertanam akankah sad ending....?

Selasa, 01 Februari 2011

Memilih untuk menyenangkan Tuhan

0 komentar
Jadi bagaimana sekarang : Adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia?
Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Galatia : 1-10.

Rasul Paulus mengatakan bahwa ia harus memilih diantara dua, apakah mau menyenangkan manusia atau mau menyenangkan Allah Bapa? Dan satu keputusan harus diambil.
Seringkali dalam kehidupan kita, untuk keuntungan kita pribadi atau fantasi kita, kita lebih memilih melakukan keinginan orang lain, meskipun kita tahu bahwa yang terjadi itu salah.
Kita begitu takut untuk melepaskan diri dari kesalahan kita, takut kepada orang yang kita lindungi kesalahannya daripada kepada Tuhan.
Bertahun-tahun saya hidup dalam kehidupan saya, dalam kemunafikan, kebohongan, hanya untuk memenangkan simpati dari orang lain. Tetapi lewat pengalaman pahit yang saya alami, saya disadarkan bahwa selama ini saya sudah menjadi budak dari konsep “Apa yang dipikirkan orang lain, tentang saya nantinya?”.  Meskipun saya tahu bahwa sesuatu itu salah, tapi saya begitu takut untuk mengatakan tidak kepada yang bersangkutan, saya takut dia akan tersinggung, dan menjadi marah. Semuanya akan berakhir dengan sakit hati, penyesalan, karena ditipu dan dikhianati. Dan Tuhan membantu saya dan menyadarkan saya, saya hanya dapat percaya kepadaNya saja.
Jika anda sekalian sedang berusaha untuk membangun reputasi diantara sekeliling anda, ini adalah saatnya untuk menyerah dan dengan cara yang sederhana mulai mempercayai Tuhan. Ia akan memberikan berkat supranatural buat anda bersama orang-orang yang tepat untuk anda.
Semoga. 

Sabtu, 22 Januari 2011

Pikiran

0 komentar

Pikiran-pikiran negatif liar, menggerogoti dirimu bagaikan ngengat kematian.

Sekali hantu-hantu tak kelihatan dan mematikan itu kau biarkan dan hidup didalammu,

Mempengaruhi dirimu maka habislah dirimu.

Semua impian, masa depan luluh lantak dan menjadi abu.

Musuh terbesar adalah pikiranmu, Jadi kuasailah dia, dan pasanglah kekang atasnya.

Jumat, 21 Januari 2011

Dan yang terbesar diantaranya adalah kasih

0 komentar
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih. Dan yang paling besar diantaranya ialah KASIH. Korintus 13:13
Kematangan spiritual tidak diukur dengan seberapa lama dirimu menjadi seorang Kristen, seberapa banyak yang kau ketahui,
seberapa sering dirimu pergi ke gereja. Kematangan spiritual diukur oleh bagaimana dirimu memperlakukan orang lain. Ini diukur oleh cinta yang bekerja dalam dirimu dan melalui dirimu.
Dalam Korintus 1:13 memberikan gambaran seperti apa cinta itu sesungghnya. Ketika kita mempraktekkan cinta, kita memperlakukan orang lain dengan penghargaan dan juga dengan sopan.
Dengan kata lain, bagaimanakah dirimu bereaksi terhadap kasir yang bekerja sangat lambat ketika melayani? Atau ketika dalam antrian bank, dengan dua kasir dan keduanya bukannya bekerja malah mengobrol? Apakah dirimu sabar terhadap keluarga dan teman-teman kerjamu? Semua ini adalah karakteristik dari cinta. Alkitab mengajarkan kita bahwa kasih itu sabar, murah hati, tidak memegahkan diri, tidak kasar, tidak mudah marah, tidak menyimpan kesalahan orang lain. Kasih tidak pernah gagal
Ingatlh bahwa karakteristik ini tidak ada hubungannya dengan perasaan. Kasih adalah pilihan. Dirimu dapat memilih untuk tetap mengasihi orang lain meskipun tidak menyukainya! Hari ini carilah cara-cara untuk menemukan hal-hal terbesar dalam hidup dirimu yaitu – KASIH. Biarkanlah kasih tumbuh dalam dirimu, karena kasih merupakan tanda dari kedewasaan rohani dan membuka pintu bagi TUHAN untuk beroperasi dalam dirimu dan melalui dirimu.
Doa :
Bapa di surga, terima kasih karena sudah berjalan dalam hidup saya. Terima kasih karena sudah mencintai saya sehingga saya bisa menunjukkan cinta kepada orang lain. Biarkan saya dekat denganmu dan bantu saya untuk menjadi alat kasih dimanapun saya berada dan saya menuju. Dalam nama Yesus, Amin. @Today Word, JEM


MENDIDIK

0 komentar
Jika kau dididik dengan pukulan, maka didiklah anakmu dengan kata-kata yang lemah lembut.
Jika kau dididik dengan kasih yang dipilah-pilah, maka belaJarlah untuk memberikan kasih yang adil.
Jika kau dididik dengan konsep harus sempurna, maka bantulah anakmu untuk mencari yg terbaik dari dirinya dan berikan dorongan untuk mengembangkannya.
Jika kau dididik dgn konsep anak yang baik harus mengkuti keinginanan orang tua, maka belaJarlah untuk mendidik anakmu untuk bisa membuat keputusan yang baik untuk dirinya.
Jika kau dididik bahwa uang,harga diri, martabat adalah segalanya maka didiklah anakmu bahwa diatas semuanya itu yang terpenting adalah berbagi, memberi dan juga kasih.
Memang tidak mudah tapi setidaknya berusahalah untuk melakukanya hari demi hari sebaik mungkin, hingga mendarah daging..



Terkadang kegagalan selalu menjadi kesalahan anak sepenuhnya. Bagaimana dengan orang tua...sudahkah mereka menanamkan nilai-nilai yang benar?. Perlakuan satu anak dengan anak yang lain bisa sangat berbeda. Kebiasaan membanding-bandingkan membuat anak kehilangan Jati diri dan tak pernah menjadi dirinya sendiri.
Yang pada akhirnya berusaha setengah mau mampus membenahi diri, melawan nilai-nilai negatif yang sudah ditanamkan sejak kecil. Jari-jari tangan saya masih bisa merasakan sakitnya mistar kayu ketika berusia seperti anak saya, ketika mengaari anak saya membaca. Apakah anak saya juga harus merasakan sakit itu?
Masih ingat dalam ingatan saya kaki yang Luka, dilempar kayu karena memberontak karena merasa tidak memberikan waktu untuk istirahat. Masih dengan pakaian sekolah sudah diminta untuk mencuci pakaian kotor sendiri. Saya waktu itu hanya minta waktu untuk makan dan beristirahat sedikit.
Orang Tua memang dilahirkan lebih dahulu dari sang anak, tetapi apakah mereka selalu benar? Tuhankah mereka?
Ada orang tua yang memang belajar dari kehidupannya, biJak dan welas asih dalam mendidik anak. Tidak sedikit juga yang bisa melakukannya.
Anak yang dididik dengan kasar cenderung menJadi pribadi yang kasar.
Anak yang dididik dengan ketidksabaran akan cenderung menJadi selalu tergesa-gesa.
Saya cenderung kasar, tidak sabaran, emosional, tapi apakah anak saya juga harus menjadi pribadi yang cenderung kasar, tidak sabaran dan Juga emosional?
Sumpah saat ini saya setengah mau mampus merubah diri saya. Seperti apa pribadi saya terbentuk setelah dibentuk oleh hidup saya inilah saya.
Karena saya tidak bisa memilih ditengah orangtua mana saya dilahirkan.
saya cuma punya dua pilihan :" Berubah, menjadi pribadi yang lebih baik? atau "Selamanya menjadi pribadi yang cenderung kasar, tidak sabaran, emosional." selamanya, menginvestasikannya hingga turunan saya
Sesuatu yang diturunkan itu akan sepertii virus, yang senantiasa mempertahankan diri, bermutasi menJadi virus yang lebih baik atau malah sebaliknya menJadi Virus yang lebih Jahat dari neraka jahanam.


Minggu, 16 Januari 2011

Apakah Allah Ada?

0 komentar

“Katakan kepada saya,” kata seorang ateis.
“Apakah Allah itu sungguh-sungguh ada?”
Jawab sang guru, “Jika kamu menginginkan saya sungguh-sungguh jujur saya tidak akan menjawab.”
Para murid penasaran mengapa  ia tidak menjawab?
“Karena pertanyaannya tidak dapat dijawab, “ kata sang guru.
“Jadi guru juga ateis?”
“Tentu saja tidak. Orang ateis membuat kesalahan karena menyangkal kenyataan yang tidak mungkin djelaskan.”
Setelah diam sejenak, ia menambahkan :
“Dan orang teis membuat kesalahan karena mencoba menjelaskannya.”

Cerita diatas pernah saya baca dan jadi catatan dalam diari saya tertanggal 23 April 2002.

Cerita yang singkat dan dalam artinya. Berkesan sangat buat saya. Kesalahan yang terjadi di muka bumi ini adalah kesalahan orang teis. Yakni, mencoba menjelaskan apakah Allah itu ada? Dan satu lagi pertanyaan, di rumah agama manakah Allah tinggalJ. Pentingkah semua penjelasan yang hanya bertujuan untuk membenarkan kebenaran yang sebenar-benarnya dari satu agama tertentu. Usaha menjelaskan yang tidak jarang berakhir pada cacian, hujatan dan terbesar perang agama.

Tak perlu menghujat, tak perlu merasa paling benar. Yang saya tahu saya percaya Tuhan, saya belajar untuk mengimaninya dan mempraktekkannya dalam hidup. Agama yang saya anut, menjadi media buat saya untuk menemukan kebenaran, kebaikan dalam hidup, kedamaian, dan janji setia.

Ketika dalam perjalanan hidup saya, saya menemukan bahwa agama yang saya anut adalah agama yang paling benar. Cukup saya sajalah yang tahu, dan saling menguatkan dengan saudara yang seiman dengan saya, dengan tujuan untuk memperkaya dalam kekayaan Allah.

Berusaha menjelaskan kebenaran dan meyakinkan sesama yang  tak seiman, seperti membuang garam ke laut.  Melelahkan, menyedihkan, menyakitkan hati.
Biarlah kebenaran yang telah kita dapatkan terus tumbuh dalam hati kita. Mengimaninya, terus memupuknya, menindaklanjutinya dalam perbuatan hingga berbuahkan kebaikan, kedamaian dan juga cinta kasih.

Dalam ada yang tiada, dalam terang yang samar, dalam gelap yang kelabu, dalam ruang tak berbatas, dalam waktu  tak terentang, dalam rupa yang cantik, dalam rupa yang buruk, dalam tubuh yang sehat, tubuh yang sakit, dalam kebersamaan, dalam jarak,  dalam koordinat 0,0, dalam penjelasan yang tak lagi jelas maknanya, “Allah ada.”

Bagaimanakah menjelaskannya bahwa Allah ada....? owh tidak saya mulai membuat kesalahan seorang teis....:).

Tapi sungguh Allah ada....”Allah ada dan hanya sejauh doa.”