Sabtu, 31 Desember 2011

ORANG YANG LEBIH MENCINTAI UANG DARIPADA KEHIDUPAN

0 komentar
Keserakahan merupakan suatu emosi yang sangat kuat. Ia bisa menyengat, ia bisa melukai, ia bisa mematahkan-ia bisa membunuh. Dongeng ini berasal dari Cina.

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang penebang kayu yang pergi ke atas gunung hampir setiap hari untuk menebang kayu.
Orang-orang berkata laki-laki ini adalah seorang yang amat pelit yang mengumpulkan peraknya sampai bisa ditukar dengan emas dan dia lebih mementingkan emas daripada apapun di dunia ini.

Kamis, 29 Desember 2011

IKAN KECIL YANG TIDAK MAU MELAKUKAN SEPERTI YANG DIPERINTAHKAN

0 komentar
“Ibu yang baik,” kata seorang ikan kecil,
            “Bukankah itu seekor lalat?
Aku sangat lapar dan aku ingin sekali
            Engkau perbolehkan untuk pergi dan menangkap.”

“Anak bodoh yang manis,” teriak ibunya,
            Dan ia keluar dari tempat kesukaannya,
“Lalat yang menakutkan itu dipasang
            Untuk menyembunyikan tajamnya kail.”

Nah, seperti yang aku dengar, ikan trout kecil ini
            Masih muda dan bodoh juga,
Dan dia berpikir dia ingin menyelidik,
            Untuk memastikan apakah hal itu benar adanya.

Dan disekeliling kail itu dia bermain-main,
            Dengan tatapan yang menyelidik,
Dan-“Wah,” katanya pada dirinya sendiri,
“Aku yakin ini bukan sebuah kail.

Aku hanya perlu melakukan satu tarikan kecil;
            Coba lihat, dan aku akan melakukannya.”
Lalu dia melakukannya dan lihat! Dia terkait
Sampai menyangkut di insangnya yang kecil.

Dan sementara dia menjadi lemah dan semakin lemah,
Dengan suara yang lirih dia berseru,
“Ibu yang baik, kalau saja aku menurutimu,
Aku tidak harus mati sekarang.”

Senin, 12 Desember 2011

DIA MENGERTI

0 komentar
Terkadang kita merasa 
Tak ada jalan terbuka
Tak ada lagi waktu
Terlambat sudah
Tuhan tak pernah berdusta
Dia selalu pegang janjiNYa
Bagi orang percaya, mujizat nyata

Dia mengerti, Dia peduli
Persoalan yang sedang terjadi
Dia mengerti, Dia Peduli
Persoalan yang kita alami
Namun, satu yang Dia minta
Agar kita percaya
Sampai mujizat menjadi nyata



song by : MAria Shandi

Dia Tuhan Lebih Besar Dari Apapun

0 komentar
ketika Imanmu sedang kering, hati dipenuhi awan dukacita nan tebal...
bahkan Doa pun seperti tak sanggup menopangmu...
sukacita, keceriaan sperti dikungkung oleh sang iblis...
maka dengarkanlah puji-pujian, 
ikutlah bernyanyi, bernyanyilah...
suarakanlah, gemakanlah di setiap sudut2 hatimu...
tentang kebesaran Tuhan, tentang kebaikanNya..
dan rasakanlah beban yang terlepas..
bergantikan damai yang mengalir, di seluruh aliran darahMU.
rasakanlah KehadiranNYA kini...
Luar Biasa Indah dan menguatkan..
yang aku tahu ada kasih yang sungguh besar...
membalut luka-luka hati,
ada jamahan disana, ada senyum pemahaman ;
bahwa Dia Tuhan lebih besar dari apapun...
dan ada Doa untuk mereka yang sudah meninggalkan luka...
Doa yang tulus, agar mereka pun boleh beroleh damai dan
Kasih karunia...
Tuhan, Terima kasih
dalamMU segalanya indah, damai dan Luar Biasa...
Halleluya...

Sesuatu dan Berarti

0 komentar
Sesuatu menjadi penting ketika saya memberikan ruang untuk suatu kepentingan


sesuatu menjadi berharga ketika saya memilih memberikan penghargaan akan sesuatu.

di antara seribu kepentingan dan penghargaan, 

keberanian untuk berkata tidak pada banyak hal yang sesungguhnya tidak penting dan tidak berharga, akan membebaskan saya dan 


membuat hidup saya lebih berarti...

Minggu, 11 Desember 2011

Allah di Dalam Hatiku

0 komentar
Nafas Tuhan senantiasa ada dalamku,
Angin yang berhembus dari surga.
Aku membuka diri untuk membiarkan hembusan nafasNYA,
Memenuhi ruang hatiku,
Tak tersentuh, tak termiliki.
Aku harus membiarkannya tinggal dan mengijinkan hembusan itu
Mengendalikanku seutuhnya, hingga aku dapat memanifestasikan diriku,
Diriku yang sebenarnya, keberadaan jiwaku.
Diri yang kukenali kemudian adalah diri yang agung, seperti yang telah dijanjikan.
Diri sebagai mempelai bagi Dia yang dinanti-nantikan selama ini,
Dan aku terbangun, tersadar, dengan kehadiran Allah di dalam hatiku.


Rabu, 07 Desember 2011

Bukan Kerikil

0 komentar
Di Pulau Channel di Jersey, di bukit yang menghadap ke dermaga, kutemukan sebuah bangku yang sudah usang dan berlumut.

Satu abad yang lalu, ketika Victor Hugo sedang dikucilkan, sakit, dianiaya oleh Perancis yang dicintainya, dia mendaki bukit ini setiap sore dan, sambil menatap matahari terbenam, melakukan meditasi dengan khusyuk.
Di akhir meditasinya, dia bangkit dan, sambil memilih kerikil dengan ukuran beragam-kadang kecil, di saat lain yang lebih besar-dilontarkannya kerikil ke hamparan air dibawahnya.

Perbuatannya tidak luput dari perhatian sekelompok anak yang sedang bermain di dekat situ.

Pada suatu senja, seorang anak perempuan, yang lebih berani daripada anak lainnya, bergerak maju.

“Monsieur Hugo, mengapa Anda kemari dan melemparkan batu kerikil?”

Sang penulis ulung itu terdiam, kemudian tersenyum getir.

“Bukan kerikil, Nak. Aku melemparkan rasa iba kepada diri sendiri ke laut.”

A.    J. CRONIN

Sabtu, 03 Desember 2011

Nyanyian Dan DOA

0 komentar
Ketika Imanmu sedang kering, hati dipenuhi awan dukacita nan tebal, 

bahkan Doa pun seperti tak sanggup menopangmu,

sukacita, keceriaan sperti dikungkung oleh sang iblis,


Maka dengarkanlah puji-pujian, 
ikutlah bernyanyi, bernyanyilah...

suarakanlah, gemakanlah di setiap sudut2 hatimu...
tentang kebesaran Tuhan, tentang kebaikanNya..


dan rasakanlah beban yang terlepas..
bergantikan damai yang mengalir, di seluruh aliran darahMU.


rasakanlah KehadiranNYA kini...
Luar Biasa Indah dan menguatkan..


yang aku tahu ada kasih yang sungguh besar...
membalut luka-luka hati, 


ada jamahan disana, ada senyum pemahaman ;
bahwa Dia Tuhan lebih besar dari apapun...


dan ada Doa untuk mereka yang sudah meninggalkan luka...
Doa yang tulus, agar mereka pun boleh beroleh damai dan
Kasih karunia...


Tuhan, Terima kasih
DalamMU segalanya indah, damai dan Luar Biasa...
Halleluya...



Selamat Hari MInggu

Kamis, 01 Desember 2011

Si Kecilku

0 komentar

Dalam lagu Yiddish "Main Yingele" (Si Kecilku), seorang ayah menyanyikan lagu ini untuk mengantar anaknya tidur :

Kupunya seorang anak, anakku yang masih kecil,
Seorang anak lelaki yang baik.
Setiap kali aku melihatnya, tampak bagiku
Seluruh dunia ini serasa milikku.
Tetapi jarang, jarang sekali kulihat
Anakku sedang terjaga dan ceria.
Aku hanya melihatnya tatkala dia sedang tidur;
Karena aku hanya ada di rumah di waktu malam.
Hari masih pagi sekali saat kuberangkat kerja;
Ketika kupulang, hari sudah larut.
Tak kukenal darah dagingku sendiri,
Tak kukenal wajah anakku.
Saat kupulang dengan badan lelah
Ketika hari sudah gelap,
Istriku yang pucat berseru kepadaku:
“Mestinya kaulihat anak kita bermain.”
Kuberdiri disamping tempat tidurnya;
Kupandang dan kucoba mendengarnya.
Dalam mimpinya dia berbisik :
“Mengapa Ayah tak ada disini?”

Lagu ini ditulis pada tahun 1887. Sekarang ayah dan ibu tidak lagi bekerja seperti budak di pabrik, namun kepiluan orangtua yang menusuk dirinya dengan pedang ambisi belum berubah. Hanya berganti alamat saja.
Jefrey K. Salkin.

Minggu, 27 November 2011

FROM HEAD TO TOE

0 komentar

Salah satu cara terbaik untuk dapat mencintai suami kita adalah berdoa untuk mereka. Berdoa bagi suami untuk setiap beban yang ia pikul di pundaknya-dalam pekerjaan, di rumah, dengan anak-anak dan setiap apa yang membuatnya terhubung. Ini bisa membantu kita untuk mengikuti kepemimpinannya sebagai kepala Kristus dalam Rumah Tangga kita. Dan ini dapat meyakinkan kita bahwa suami terbungkus secara spiritual ketika kita mengundang Tuhan untuk melakukan pekerjaanNYA dalam kehidupan suami. Dan ini membantu kita untuk membuang keraguan kita akan dia.
Tentu saja, ini adalah kehendak bebas sang suami untuk merespon pekerjaan Tuhan dalam hati mereka, tetapi bagian kita para istri tidaklah berdasarkan pada responnya terhadap Tuhan. Semuanya didasarkan pada penyerahan dan pencarian  akan hati Tuhan bagi suami kita-dan mempercayai Tuhan untuk memimpinnya dari sini.

Ada satu konsep doa bagi suami -dari kepala sampai kaki. 
Dan inilah beberapa ayat dan doa yang mungkin cocok dengan konsep itu :

Kepala
“Bapa, saya meminta agar Engkau secara terus-menerus memperbaharui pemikiran suami saya, sehingga ia boleh berubah dalam kehidupanNYA. Bantu dia untuk membawa setiap pemikirannya menjadi tawanan Kristus, sehingga ia boleh menjadi patuh kepadaMU.Berikan Ia pemahaman yang besar akan perkataanMU. Bantu dia untuk memusatkan pikirannya pada hal-hal yang murni, jernih dan bersih.
(Mazmur 119:15, Roma 12:2, 2 Korintus.10:5)

Mata
“Bapa, tetap buka mata suami saya terhadap kebenaran rohani yang mendalam. Bantu dia untuk melihat hal-hal sebagaimana Engkau melihatnya. Tolong tuntun matanya untuk tidak melihat pada hal-hal yang tidak berharga.”
(Mazmur119:18, Mazmur119:37)

Telinga
“Bapa, biarlah suami saya dapat mendengar suaraMU dengan jelas. Bantu dia untuk mengenal suaraMU dengan pasti. Lindungi dia dari siapapun yang tidak mencari dan tidak berjalan dalamMU. Bantu dia untuk tidak terpengaruh secara negatif pada apa yang dikatakan oleh sekitarnya dan untuk bisa membedakan antara mana yang baik dan yang jahat. Berikan dia kemampuan untuk untuk membedakan mana yang dariMU dengan yang bukan”. (Yekita 30:21, 1 Raja-Raja 3:9, 1 Yohanes 4:1)

Mulut
 “Bantu suami saya untuk berbicara kebenaran dalam cinta. Bantu dia untuk bisa lebih cepat mendengar dan lambat dalam berbicara. Berikan ia kekuatan untuk menghadapi saat yang sulit dengan penuh kasih ketika diperlukan. Biarkanlah kata-kata yang ia ucapkan adalah milikMU dan bukan miliknya. Bantu dia untuk berbicara kata-kata yang membawa kasih karunia juga kebenaran kepada para pendengarnya. Saya juga berdoa agar Engkau sudi membantunya untuk tumbuh dalam kemampuan dan keinginan untuk berkomunikasi denganMU dan orang lain.”
(Mazmur 19:14, 119:13, 41:3; Efesus 4:15, 4:29)


Hati
“Berikan suami saya sebuah hati yang bergairah dalam pencariannya akan Engkau. Ajarkan dia untuk menjaga hatinya dengan tekun. Bantu dia untuk menjaga hatinya dari segala apapun yang tidak menyenangkan hatiMU. Berikan hati yang murni dalam hatinya, yang memungkinkannya untuk memimpin keluarga kecil kita ini dengan penuh integritas.
(Mazmur 78:72, 119:10-11; Amsal4:23; 13:13)

Tangan
“Tuhan, saya berdoa agar segala sesuatu yang suami saya kerjakan akan dikerjakan dengan sepenuh hatinya, melayangiMU lebih sungguh daripada melayani manusia. Saya berdoa agar Engkau juga membantunya untuk meningkatkan kemampuan dan keahliannya. Berkati setiap apa yang yang Engkau taruh dalam tangannya.
(Mazmur 24:3-4, Kolose 3:23)

Kaki
Saya berdoa agar suami saya bisa mencintai SabdaMU, dan berjalan dalam langkahMU. Saya berdoa agar dia akan selalu berjalan dalam setiap tingkah laku yang memuliakan namaMU, menghasilkan buah dalam setiap pekerjaan baik. Yesus, tunjukkanlah bagaimana berbagi kebenaranMU secara kreatif kepada anak-anak kami, khusunya ketika ia sedang tidak bersama mereka setiap hari. Bapa, ketika dia berjalan dalam lembah bayangan keraguan dan kesulitan juga kegelapan, saya berdoa agar ia tak merasa takut dan gentar sedikitpun karena dia tahu dengan pasti bahwa Engkau Tuhan selalu menyertai dia.
(Kolose 1:10, Mazmur 23:4)

Renee berkata : “Kita telah melihat DOA telah mengubah pernikahan kita dan juga hidup kita. Yang sangat dibutuhkan suami kita adalah hormat; dan apa yang dibutuhkan oleh pernikahan kita adalah DOA.”
Iblis selalu berusaha menghancurkan pernikahan siapa saja, dan satu alatnya adalah mengadu domba suami dan istri, membuat mereka saling bermusuhan, dengan caranya yang dikemas dengan bingkisan indah.

Ya Tuhan, saya ingin menghargai suami saya dan membangunnya dengan kata-kata saya. Bantu saya untuk bisa mengukur dengan hati-hati pikiran saya ketika membawa semua keluhan saya kehadapanMU.  Saya ingin menjadi cheerleader terbesar bagi suami saya, ketika dia memimpin Rumah Tangga kami, dan melihat apa yang Engkau lakukan dalam hidupnya. Saya percaya segala sesuatu itu mungkin ketika saya terus bergantung dan hidup dalamMU. Dalam Nama Yesus, Amin


YL. P31

Sabtu, 26 November 2011

Pasanganku Sahabatku

0 komentar

Anak dan cucu dari sepasang kakek-nenek bersehati membuat sebuah pesta di hari ulang tahun pernikahan dua sejoli yang sudah menikah selama 60 tahun lamanya itu. Pesta itu sangat istimewa sehingga acara diisi dengan momen-momen yang patut dikenang. Para anak, menantu dan cucu dari kakek-nenek yang berbahagia ini mempersembahkan puisi, lagu-lagu nostalgia, bahkan membuat video klip dari foto-foto masa lalu yang mereka ambil dari album tua milik si kakek-nenek. Malam itu menjadi malam yang tak terlupakan bagi semua orang yang hadir, suasana kekeluargaan yang begitu harmonis menyempurnakan acara malam itu.

Di satu kesempatan, salah seorang cucunya menjadi MC berkata, “Usia pernikahan Kakek dan Nenek kan sudah 60 tahun nih, bisakah Kakek dan Nenek menceritakan apa rahasianya sehingga pernikahan itu bisa langgeng?” Si Kakek yang terkenal agak pemalu dan tertutup tidak menjawab, ia malah berjalan ke panggung dengan membawa biola tuanya. Dengan mata yang bersinar Ia memainkan sebuah lagu cinta, dan tiba-tiba si nenek berdiri maju ke depan sambil menyanyikan lirik lagu cinta itu dengan suara soprannya. Semua orang terkesima mendengar gesekan biola yang berpadu dengan suara merdu si nenek. “Kami berdua mengenal lagu yang sama tapi mengekspresikannya dengan cara kami sendiri, Kakek dengan biola dan Nenek dengan suara. Namun dalam mengekspresikannya ada satu prinsip yang kami pegang erat, Nenek tidak pernah menyanyi untuk pemain biola lain dan Kakek tidak pernah memainkan biolanya untuk pemain lain,” kata nenek memberikan penjelasan. Penyatuan dua pribadi yang berbeda tidak mudah dijalankan dalam keharmonisan, suami dan istri harus bisa menyiasati perbedaan dengan kasih dan penerimaan.

Alkitab mengajarkan bahwa hubungan suami-istri itu adalah teman pewaris kasih karunia, “Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan istrimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.”(1Ptr 3:7). Bisa dikatakan bahwa prinsip hubungan antara pasangan suami-istri seharusnya adalah seperti “best friend” atau persahabatan, berbeda tetapi tetap jalan bersama. Suami menjadi sahabatnya istri, dan sebaliknya. Biasanya orang yang bersahabat tidak menyimpan rahasia, saling menjaga perasaan, dan saling membagi impian atau kerinduan terdalam yang mereka miliki.

Seseorang biasanya antusias menceritakan suatu pencapaian atau berita menarik yang dialaminya hari itu kepada sahabatnya. Ceritakan berita yang menarik lebih dulu kepada istri atau suami, jangan biarkan pasangan kita menjadi orang kedua atau terakhir yang mendengar berita baik itu. Berilah pasangan kita bagian yang terbaik dari hidup kita, yaitu hati, perhatian, telinga, dsb. Jadikan pasangan kita benar-benar sebagai teman pewaris kasih karunia!

DOA :
Tuhan Yesus, terima kasih untuk pasangan hidup yang kucintai dan mencintaiku. Mampukan kami saling menjaga sampai kematian memisahkan. Dalam Nama Tuhan Yesus. Amin.

Jumat, 11 November 2011

Stop From The Very Beginning

0 komentar
Tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi peremuan yang beribadah. 1 Timotius 2:10

Ketike Yesus berpuasa selama 40 hari, Ia dibawa ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Meski dalam keadaan fisik yang lemah, Yesus menang atas pencobaab itu. Tapi mengapa banyak anak Tuhan yang masih juga jatuh bangun dalam menghadapi godaan dosa? Bukankah Tuhan Yesus telah menang dan kita pun juga ditentukan untuk menjadi pemenang, bahkan lebih dari pemenang? (Roma 8:37). Masalahnya adalah ketika anak Tuhan mulai membuka celah bagi iblis, maka, iblis pun akan terus menerus mengejarnya supaya melakukan lebih banyak dosa. Kita berpikir toh hanya satu kali, setelah itu tidak lagi. Padahal dosa bersifat mengikat. Biasanya satu kebohongan akan menuntun kita kepada kebohongan yang lain. Satu dosa akan menuntun kita kepada satu dosa yang lin. Ini membuat kehidupan kita semakin jauh dari Tuhan. Tanpa sadar, kita menganggap bahwa kehidupan seperti yang kita jalani itu adalah hal yang wajar.

Misalnya, banyak perselingkuhan diawali dari Facebook, Sms, atau Bbm. Ketika sepasang suami istri mungkin terlalu sibuk dengan anak dan pekerjaannya masing-masing, eh, secara tidak sengaja ia bertemu dengan teman/pacar lama di Facebook. Kemudian mulailah komunikasi intens melalui SMS atau BBM. Obrolan seru lama kelamaan beralih menjadi saling curhat. Tidak mengherankan bila pada akhirnya banyak suami/istri yang merasa lebih diperhatikan oleh teman lama/pacarnya dulu daripada pasangannya sekarang. Dan ketika pasangan mulai curiga, kebohongan-kebohongan pun mulai terjadi. Banyak perselingkuhan terjadi karena kita berpikir bahwa kita akan bisa mengendalikan situasi dan terlalu percaya diri bahwa kita tidak akan jatuh.

Dalam Matius 26:41 dikatakan bahwa Roh meang penurut tetapi daging lemah. Kita harus menyadari bahwa kita tetap makhluk yang tidak kebal terhadap godaan. Firman Tuhan berkata jika tanganmu menyesatkanmu maka potonglah dan jika matamu menyesatkanmu maka cungkillah (Matius 5:27-30). Ini berarti bahwa sedini mungkin kita harus membuang jauh-jauh bila ada hal-hal yang bisa menggoda kita untuk berbuat dosa. Misalnya, bila kita berlangganan internet tetapi kita malah menggunakannya untuk melihat situs-situs porno, maka berhentilah berlangganan atau letakkan komputer si ruang keluarga. Intinya, apapun yang bisa membuat kita terjerat dosa, cegahlah dan buanglah jauh-jauh sedini mungkin!





"Yang paling menggairahkan dan memuaskan adalah wawasan yang muncul tiba-iba yang membuat kita berubah menjadi sosok yang lain-bukan hanya berubah, tetapi berubah menjadi lebih baik. Saat seperti itu memang langka, tapi kita semua pasti pernah mengalaminya. Kadang-kadang asalnya dari buku, dakwah, khotbah, syair dalam sebuah puisi, nyanyian."



Setelah membaca renungan ini, aku menjadi bergairah untuk menjadi lebih baik dari kemarin...
Semoga..

Waktu Mollie

0 komentar



Kusandarkan tubuhku kesalah satu papan kayu dan menarik napas panjang. Mollie yang bekerja dengan mantap mengangkut batu bata itu, tampak santai dan jadi banyak bicara, bercerita tentang bangunan-bangunan yang dibangunnya, dan tentang  sekolah, teman-temannya dan pelajaran menunggang kuda yang akan diikutinya. Dan, aku baru sadar, kami memang tengah membeli batu bata untuk membangun dinding, tetapi sebenarnya yang kami lakukan adalah merubuhkan dinding, dengan membongkar satu demi satu batu bata. Dinding yang telah mengancam akan memisahkan aku dari putriku.

Sejak saat itu, aku baru mempelajari berbagai hal yang telah dipelajari ibunya. Cara menonton acara TV bersama Mollie, meskipun sebenarnya aku tidak ingin menonton acara itu, cara menemaninya dengan sungguh-sungguh, bukan sambil membaca koran atau majalah. Mollie tidak menginginkanku karena barang yang dapat kuberikan kepadanya, atau karena aku mengajaknya pergi entah kemana, atau bahkan bukan karena apa yang kami lakukan bersama-sama. Dia hanya menginginkan kehadiranku. Titik.

Minggu, 06 November 2011

Terima Kasih

0 komentar
Yang paling menggairahkan dan memuaskan adalah wawasan yang muncul tiba-iba yang membuat kita berubah menjadi sosok yang lain-bukan hanya berubah, tetapi berubah menjadi lebih baik. Saat seperti itu memang langka, tapi kita semua pasti pernah mengalaminya. Kadang-kadang asalnya dari buku, dakwah, khotbah, syair dalam sebuah puisi, nyanyian. Kadang-kadang dari seorang sahabat.......
Dan untuk setiap mereka yang pernah hadir, sedang hadir, akan hadir, dan selalu hadir dalam hidupku, yang sudah membawa perubahan yang baik dalam kehidupanku...
Aku ingin mengucapkan : Terima Kasih Seribu...:)

Kisah Tentang Memberi Maaf

0 komentar

Karena dibesarkan dalam keluarga yang suka menganiaya, seorang gadis bersikap getir pada orangtuanya. Tetapi, ketika didiagnosis mengidap kanker payudara, dia memutuskan untuk mencintai orangtuanya, meskipun punya masa lalu yang kelam.
Setiap pagi, saat berangkat kerja, dia berkata kepada ibunya bahwa dia mencintainya. Ibunya tak pernah menjawab.
Kemudian pada suatu hari, setelah kira-kira tiga bulan berlalu, gadis itu terlambat berangkat kerja dan bergegas keluar rumah. Ibunya bergerak ke pintu. “Ada yang lupa,” serunya. “Apa?” tanya si gadis. “Kamu lupa mengatakan aku cinta Mama.” Keduanya berpelukan. Keduanya menangis. Keduanya sembuh.
BERNIE S.SIEGEL
PRESCRIPTIONS FOR LIVINGS 

Sabtu, 22 Oktober 2011

RINDU

0 komentar

Mencoba bernafas di tengah himpitan sesaknya rindu...
Mencoba mengobati perihnya hati, tersayat sembilu rindu...
Mencoba memisahkan pikiran dan perasaan..
Mencoba mencampakkan keduanya pada tempat seharusnya..
Mencoba mewaraskan akal..
Setiap detik mencoba dan gagal...
Hatiku terbalut rindu akanmu..
Hatiku terus mengikuti jejak bayangmu..
Hatiku milikmu..
Hatiku merindukanmu..
Sangat dan teramat sangat....RINDU..

P.S : buat yang sedang merindu...

PATAH HATI

0 komentar
Laki-laki atau perempuan yang sedang patah hati, yang terlukai boleh mengalami trauma terhadap perempuan, atau laki-laki...Tetapi jangan Trauma menghadapi Tuhan. Jangan katakan Tuhan tidak adil, jangan katakan Tuhan tak pernah mendengarkan.....
Karena sebenarnya setiap situasi yang tidak mengenakkan, setiap luka hati yang kita alami, adalah alat Tuhan untuk mendewasakan kita....
Tak ada luka yang sembuh, tanpa melalui rasa sakit atau perih, dan tanpa berdarah-darah...
Dengan mengalami luka, sakit, perih, berdarah-darah, maka kita dipulihkan.....
Saat ini Tuhan, Jamahlah setiap hati yang tersakiti, Jamahlah setiap hati yang teraniaya oleh keadaan, oleh orang-orang yang mereka cintai, biarkanlah damaiMU ada di tengah-tengah mereka...
Biarkanlah mereka menyadari bahwa Engkau tak pernah jauh dari setiap mereka.....Amin.

DAMAI

0 komentar
Ketika tangan tak mampu menggapai,
Ketika jiwa haus akan jawaban,
Ketika pikiran tak bisa lagi dikekang,
KEtika tangan, kaki, dan pikiran tak bisa lagi berjalan bersama....
Maka saatnya untuk diam dan berserah...
Dalam luasnya keheningan yang tak terukur...
Disitulah dirimu yang terabaikan kau temui...
Disitulah Pribadi yang kau lupakan selama ini...
Dia yang terus mengawasimu ketika kau larut dengan nikmatnya khayalan duniawi...
Dalam luasnya keheningan yang tak terukur...
kembalilah....ada damai yang indah disana....

Saya Tak Kuat

0 komentar
Saya pikir saya sudah sangat kuat dan tegar...
Saya pikir saya sudah sangat bijaksana, sehingga bisa mengartikan segala sesuatu dengan pemahaman dunia....
Tetapi sebenarnya saya rapuh, saya sama sekali tidak tegar, saya sama sekali tidak bijaksana, saya sama sekali tidak hebat, ketika saya "TIDAK MENGANDALKAN TUHAN."
Ya Tuhan, biarlah semua pujian, rasa kagum yang saya dapatkan, hanya untuk kemuliaan NAMAMU....
Saya percaya bahwa Engkau Tuhan sangat menyayangi saya, Saya percaya Tuhan dalam sekejap Engkau bisa memutuskan segala sesuatu yang tidak berkenan dalam hidup saya, Saya percaya Tuhan, semua karena Engkau begitu mencintai saya, lebih dari cinta apapun di dunia ini...
Terima kasih Tuhan....Terima kasih...JalanMU sungguh indah dan tak terselami, ujilah saya setiap saat, dan saya ingin kembali bergandengan tangan bersamaMU, lewati satu hari ini....
Terima kasih TUhan....

Memahami

0 komentar
Orang-orang akan menilaimu buruk, bahwa kau pernah begini, bahwa kau pernah begitu..
Mereka hanya bisa menilai, dengan penilaian mereka, dan mereka akan mengupas semua keburukanmu..
Bagiku, itu hakmu. Apapun yang kau lakukan, kau memiliki alasannya, dan aku tidak harus mengerti itu, karena selain tak terpahami, hanya dirimu yang tahu yang terbaik untukmu..
Bagiku kau tetap manusia yang baik. Kau memiliki hati yang lembut, hati yang penuh kasih, hati yang penuh cinta...
Damai besertamu selalu....
Salam penuh cinta dan kasih....

Mengamati

0 komentar

“Saya sedang mengalami situasi depresi saat ini”
Awan datang dan pergi, ada yang besar ada yang kecil, ada yang hitam ada yang putih. Maka pada situasi ini saya hanya perlu menjadi langit. Mengawasi awan-awan itu dalam diam.
Tak perlu berusaha untuk merubahnya, tak perlu berusaha untuk mengusiknya.
Tonton dan amati..!
Karena masalah akan semakin muncul ketika saya mulai sibuk memperbaiki sesuatu yang bahkan saya pun tak mengerti.
Maka yang harus saya lakukan adalah memahami.
Karena ketika saya memahami, pada saat itu pula semuanya akan berubah....

Kamis, 13 Oktober 2011

JANGAN DI DEPAN ANAK-ANAK

0 komentar

Kata pepatah kuno. Anak-anak itu telinganya besar!
            Ketika Anda punya isu-isu atau masalah-masalah penting untuk didiskusikan, jangan pernah diskusikan di hadapan anak-anak. Saling setuju tentang sesuatu harus dilakukan di luar jangkauan pendengaran anak-anak.
            Tunggu sampai Anda berdua ada di luar rumah atau anak-anak telah tidur. Kemudian berbicaralah.
            Dengan tenang.
            Anak-anak mengkhawatirkan segala sesuatu. Mereka stres tentang segala sesuatu. Mereka menginternalkan segala sesuatu. Ketika ibu dan ayah bertengkar, mereka menyalahkan diri sendiri. Mereka dapat bertindak berbahaya ketika mereka mendengar argumen. Satu keluarga yang diasuh oleh Nanny Deb punya anak-anak yang terus merasa was-was karena si ibu mengancam akan meninggalkan si ayah di hadapan anak-anak mereka. Terkadang si ibu membawa anak-anak ke rumah neneknya dan meninggalkan anak-anak itu selama beberapa jam. Kemudian membawa mereka kembali ke rumah dan mulai bertengkar dengan si ayah lagi. Tidak ada yang senang, dan anak-anak itu benar-benar menderita.
            Jadi, tolong, rendahkan suara Anda dan simpan suara Anda itu untuk diri Anda sendiri. 

Rabu, 12 Oktober 2011

Anda Luar Biasa!!

0 komentar

Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua. Amsal 31:29
Inilah pekerjaan paling menantang di seluruh dunia. Anda harus menguasai belasan bahkan puluhan skill sekaligus antara lain di bidang fashion, dekorasi, rekreasi, pendidikan, transportasi, psikologim kuliner, literatur, seni, percintaan, ekonomi, hiburan, agama, hukum, filsafat, kedokteran anak, teknologi informatika, dan manajemen. 
Ya, aktivitas seorang ibu rumah tangga seringkali menuntut kita menjadi orang yang serba bisa dan serba tahu. Tak terasa kita pun harus belajar banyak hal untuk menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga yang baik. Bagi Anda yang sudah menjadi Ibu rumah tangga, tentu saja Anda perlu ekstra usaha untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga. Tak perlu mengeluh atau mengasihani diri dengan setumpuk pekerjaan tersebut. Toh dengan mengomel pun, tumpukan cucian di ember tidak akan jadi berkurang. Sebaliknya, justru syukurilah dan banggalah menjadi seorang wanita yang dipilih untuk semua tugas-tugas itu.
Sederhananya begini. Orang tidak diberi banyak tanggung jawab bila ia tidak becus melakukan tugasnya dan tidak punya kemampuan memadai untuk melakukan pekerjaan ekstra. Benar, kan? Dalam pekerjaan, seorang yang cakap menunjukkan kemampuannya di tempat kerjalah yang akan berkesempatan mendapatkan promosi dan tentunya tambahan tanggung jawab berkaitan dengan kenaikan jabatannya itu. Lalu coba renungkan, bila Anda dipandang tidak becus mengurusi hidup, akankah Tuhan mempercayakan berbagai tanggung jawab itu kepada Anda? Tentunya tidak. Tuhan tahu kita dapat dipakai-Nya melakukan semua tugas dan tanggung jawab itu dengan baik. Ketika Tuhan menciptakan kita sebagai seorang wanita, Ia memperlengkapi kita dengan semua kemampuan di atas yang biasanya baru akan kita sadari ketika kita sudah menjadi ibu rumah tangga. Jadi, ketika Anda mengantar jemput anak ke sekolah, menyiapkan sarapan, mengepel lantai hari ini-lakukanlah sambil tersenyum karena Anda boleh bangga telah dipercaya Tuhan menjalankan tanggung jawab yang besar sebagai ibu rumah tangga. Amin
Ibu Rumah Tangga, Anda Luar Biasa!!

Selasa, 11 Oktober 2011

Terima Kasih

0 komentar


Dalam hal tenaga dan pengetahuan yang diperlukan, ungkapan terima kasih adalah salah satu prinsip yang termudah untuk diamalkan. Meskipun ucapan itu sering membuahkan imbalan yang berharga, amat sangat jarang diamalkan. Mengapa? Mungkin karena kurangnya sikap rendah hati—memang sulit mengakui kebutuhan untuk dibantu. Atau kurangnya keberanian—kita mungkin terlalu malu untuk memberitahukan orang lain betapa berartinya mereka bagi kita. Namun, orang-orang yang memiliki Kehebatan Hehari-Hari mereka selalu gesit mengungkapkan rasa terima kasih mereka setiap hari. Mereka tidak menganggap enteng hidup ini atau kebaikan hati orang lain. Mereka selalu berhasrat untuk mengucapkan terima kasih dan termasuk golongan orang pertama yang memberikan pujian banyak orang yang bisa tidur nyenyak jika dia menghargai berkah yang diterimanya, menyebutnya satu persatu.
Untuk sepanjang hari ini, sudah siapkah kita untuk mengucapkan Terima Kasih kepada setiap mereka yang sudah membantu kita, meskipun dengan bantuan yang kelihatannya tak berarti...?

Pribadi, Tempatku Melebur

0 komentar
Kemanakah kakimu melangkah,
Kedalam dekapan siapakah engkau melebur,
Kepada siapakah kau bertanya...?
Melangkah dalam jarak antara lutut dan lantai..
Melangkah dalam jarak yang tak berjarak..
Kedalam dekapan yang tak beruang, terlebur,
Ruang hampa yang bervolume kedamaian,
Dalam diam, dalam kesunyian, dalam hadirat Pribadi yang tertinggi...
Pribadi yang diam menelanjangi diriku dalam refleksiku, tak ada yang tersembunyi,
Pribadi yang tak membutuhkan penjelasan, namun telah menyelami segalanya sebelum aku mampu berkata-kata, dan menjawab semuanya dengan kuasaNYa..
Pribadi yang tak pernah menolakku, apapun keadaanku..
Pribadi yang mencintaiku, Pribadi yang selalu membuatku ingin selalu dekat..
Bahkan ketika aku kehilangan arah, ketika aku dinilai berdosa oleh dunia...
Pribadi itu, dengan kasihnya, akan selalu mendekapku,
Pribadi itu, denganNYA saja....aku melebur dalam damai.....

Cinta

0 komentar
mencintaiku dengan kesederhanaanmu..
mencintaiku dengan diammu..
mencintaiku dengan ketidakacuhanmu..
mencintaiku dengan kedataranmu..
mencintaiku dengan petikan gitarmu..
mencintaiku dengan janji yang tak muluk-muluk..
mencintaiku tanpa banyak menuntut...
mencintaiku hingga kumampu mengambil sikap..
mencintaiku hingga ku dapat mencintai diriku sendiri..

MAAFKAN

0 komentar


Di sebuah ruang pengadilan, seorang pemuda duduk di kursi terdakwa. Ia didakwa membunuh teman sebayanya. Sebelum hakim membaca keputusan, ia bertanya kepada ayah anak yang menjadi korban, “Pemuda ini terbukti bersalah membunuh putra Anda. Menurut Anda hukuman apa yang setimpal untuknya? Bapak tua itu menjawab,”Pak hakim anak saya telah meninggal. Hukuman apapun tidak akan mengembalikan hidupnya. Saya sangat mengasihinya, dan sekarang tidak punya siapa-siapa untuk saya kasihi. Tolong kirimkan terdakwa ke rumah saya, untuk menjadi anak saya.”
Mengucapkan kata maaf memang mudah, tetapi siapa yang mengetahui benarkah maaf itu adalah yang sebenar-benarnya dari lubuk hati yang terdalam. Bilamana ada orang lain yang menyakiti kita, baik secara batin maupun secara fisik, apa reaksi kita, Apakah ingin menghukumnya? Mencoba untuk membuatnya merasakan penderitaan yang kita rasakan, bahkan kalau bisa lebih menderita? Memaafkan memang bukan perkara semudah membalik telapak tangan. Perlu kerendahan hati dan kasih yang tulus untuk melakukannya.
Kita harus menyadari bahwa ibarat orang berhutang, kita lebih punya banyak berhutang kepada Tuhan, daripada orang lain kepada kita. Dosa kita terlalu banyak, dan telah lunas oleh kasih Kristus. Jadi, kalau hutang kita yang segitu banyaknya sudah Tuhan bayar lunas, mengapa kita masih harus terus menuntut orang lain “membayar” hutangnya kepada kita? Selain itu menyimpan dendam dan kebencian dalam hati hanya akan menimbulkan ketidaksejahteraan. Hanya menambah beban. Dengan memaafkan sebenarnya kita sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Ingatlah bahwa perintah yang Tuhan berikan kepada kita adalah untuk kebaikan kita, termasuk perintah untuk mengampuni sesama kita. Menyimpan dendam ibarat membawa sekarung kentang busuk di punggung kita dan membawanya kemanapun kita pergi. Siapakah yang paling dirugikan? Tentu saja diri kita sendiri. Kita yang menghirup aroma busuknya, kita juga yang menanggung beban beratnya—setiap saat! Hari ini, ambillah keputusan untuk mengampuni dan bebaskanlah diri Anda sendiri. 

Spirit For Women.

Sabtu, 08 Oktober 2011

GOSIP

0 komentar

Seorang desa menyebarkan berita buruk tentang seorang teman, padahal kemudian ternyata berita itu tidak benar. Dia pun datang m
enemui seorang biksu untuk minta nasihat.

“Agar hatimu bisa tenang,” kata biksu itu, “kamu harus mengisi sebuah tas dengan ayam, mendatangi setiap rumah didesa, dan meletakan sehelai bulu ayam di ambang pintu.”

Si orang desa itu melakukannya dan kembali sambil mengumumkan bahwa dia sudah melakukan tugas itu. “Belum selesai!” seru sang biksu. “Ambil tasmu dan kumpulkan kembali setiap helai bulu yang tadi kau letakkan di ambang pintu.”

“Tapi semua bulu itu mungkin sudah hilang tertiup angin.”
Ucapan dapat dengan mudah menyebar, tapi sekeras apapun usahamu, kamu tak akan pernah bisa menghapus kembali gosip itu.”

Semua kita pernah bergosip, atau ada yang tidak pernah melakukannya? Membaca cerita ini, semoga saya, kita, lebih berhati-hati di masa yang akan datang...Semoga..

Jumat, 07 Oktober 2011

Beno Si Penjual Sapu

1 komentar

Kota ini sedang sepi, kebanyakan orang memilih berteduh di dalam rumah, menonton TV, FB-an, tidur, ngerumpi, makan, ngopi, yang masih sibuk dengan pekerjaannya, menghabiskan waktu dengan nyamannya dalam ruangan yang tak bocor.
Mataku menatap sekelebat bayangan yang bergegas dalam hujan, memikul 12 batang sapu lidi, tak beralas kaki, perut yang buncit lebih besar dari kaki dan tangannya yang kecil dan bertulang.
Kuletakkan cangkir kopi, bergegas ke luar jalan mencari bayangannya, pandanganku jauh ke bentangan jalan di depanku, bayangannya hilang.
Kulangkahkan kaki kesamping dan mencari ke bangunan di samping kios, ternyata dia melepaskan penat disitu. Sedang membungkuk, meletakkan bebannya sejenak, kebasahan, berteduh.
“Mari,” kataku.
Dia pun datang, mengangkat kembali sapunya, meletakkan di pundaknya dan mendatangiku.
“Sapunya ditaruh disitu, yah dan adik mari masuk.”

Kusajikan segelas teh panas dan beberapa potong roti, untuk dia makan. Tanpa tunggu lama, segera disantapnya dengan lahap.
Namanya Beno, anak kedua dari empat bersaudara. Kakak laki-lakinya duduk di kelas I SMA. Beno sendiri adalah anak kedua, duduk di kelas VI SD, adiknya di kelas IV SD, dan yang bungsu sendiri belum bersekolah.
Pekerjaan ayahnya adalah sopir, dan mama adalah ibu rumah tangga dan juga pembuat sapu lidi. Mereka tinggal di samping pekuburan Katolik Potu. Setiap kali dia berjualan,  jumlah terbanyak yang dia pikul adalah 15 batang, akan beruntung membawa sisa 5 batang, dan jika kurang beruntung sekitar 10 batang, dengan harga jual @Rp 3.000.-/batang.
Kulihat tadi masih tersisa 12 batang sapu. Dan dia akan masih akan berjalan lagi entah sampai sejauh mana dia kuat berjalan, dan menempuh perjalanan baliknya ke rumah. Tidak setiap hari dia berjualan sapu, kalau ada stok sapu yang harus dijual, baru dia akan berjalan untuk menjualnya. Jika tidak maka yang dilakukannya adalah membantu mamanya di rumah.
Hujan telah reda, entah sampai dimana dia saat ini. Wajah itu akan selalu aku ingat. Wajah kecil kurus, yang tak pernah kalah dengan keadaan. Setidaknya dia tidak mengemis dalam kesusahan hidup keluarganya. Orang tuanya pastilah orang tua yang hebat. Aku kagum. Terberkatilah mereka. Kerja keras, tak kenal menyerah, nilai-nilai ini jauh lebih bernilai dari harta apapun juga.
Ketika kutanya apakah cita-citanya...? Malu-malu dan sambil tersenyum, dia menjawab “Saya tidak tahu.”
Ketika dia berlalu, baru kusadari bahwa pertanyaan itu agak konyol untuk ditanyakan. Cita-cita...? Apakah masih sempat untuk dipikirkan? Bisa makan sehari, bisa bersekolah hingga kelas VI itu sudah cita-cita. Dan saya percaya kebesaran hati, perjuangannya tak pernah akan menjadi sia-sia. Cita-cita akan menjadi berkat luar biasa yang tak terbayangkan pada waktunya nanti. Ketika terus percaya, maka akan selalu ada jalan untuk cita-cita, yang tak pernah bisa diungkapkan, yang tak tersuarakan, yang terselubung, namun kan menjadi nyata suatu saat nanti....Amin.

Jumat, 09 September 2011

ALAT DI TANGAN TUHAN

0 komentar

Saaudara-i terkasih dan teman-teman sekalian, pernah anda berpikir bahwa kemampuan anda yang sederhana itu mampu melahirkan hal yang luar biasa. Terbersitkah dalam benakmu bahwa hal sederhana yang kamu miliki mampu mengobah dunia, mempengaruhi orang lain, membuat suatu keajaiban dan bahkan menyelamatkan orang lain, tidak anda sadari. Kalau belum pernah, yakinkan dirimu bahwa kemampuan, talenta, bakat atau apa saja yang anda punyai kendati pun itu sangat sederhana pada suatu saat akan "berdaya guna" untukmu dan orang lain. Optimislah bahwa dirimu saja adalah suatu keajaiban yang tidak terkira bagi dunia ini.

Seorang wanita muda yang merasa dirinya tidak mempunyai apa-apa, tidak punya bakat atau talenta yang patut dibaggakan apalagi di"laporkan" ke orang lain atau lingkungan. Tapi ia punya "sesuatu" yang tidak semua orang miliki yakni sikap optimis dan semangatnya. Ini yang senantiasa menyertai langkah hidupnya. ini barangkali yang membedakan dirinya dengan banyak orang. Ini yang seyogianya hadir di setiap langkahnya; SEMANGAT DAN OPTIMIS.

Pada suatu hari ia mendaftar menjadi anggota paduan suara di Gerejanya (anggota koor). Melihat suaranya yang pas-pasan, ia tidak bermimpi menjadi penyanyi profesional, seperti Shania Twain, apalagi Taylor Swift. Pemimpin (dirigen) dari paduan suara itu "mentest" nya beberapa kali. Hasilnya sangat tidak memuaskan dari segi "SUARA". Suaranya jelek, tidak mempunyai karakter dan yang paling utama, sulit menentuka ia punya suara yang mana: sopran, mejo sopran atau alto. Maka ia pun sulit dimasukkan ke suara 1, 2 atau tiga. Tapi dirigen itu melihat sesuatu yang luar biasa dalam dirinya; keseriusan, semangat dan optimis. Maka ia pun diterima. Wanita muda itu pun sangat serius dan bertanggung jawab. Ia latihan bukan hanya saat di tempat latihan (Gereja) bahkan setiap saat, bahkan ketika ia berjalan ia sering mengulang lagu-lagu itu.

Wanita itu tinggal di apartement lantai ke-3. Apartemen itu dikenal sangat rawan. Di sana sering terjadi pencurian, pembongkaran dan perampokan. Pada suatu malam ketika pulang latihan,  ia melihat seorang laki-laki yang seram dan sangat mencurigakan di sekitar lantai 3. Ia pun keringat diingin dan sangat ketakutan. Ia berpikir bahwa ia dalam bahaya besar. Tetapi entah kenapa ia spontan bernyanyi, lagu yang sedang mereka latih, "ketika kamu berjalan dalam badai sekali pun jangan takut karena kamu tidak berjalan sendirian. Allah ada di sana menyelamatkanmu,”  Ia terus mengulang-ulang lagu ini sampai ia masuk ke kamarya. Ketika ia sudah berada di kamarnya, wanita itu pun bersyukur kepada Allah karena ia selamat dari orang yang dicurigainya itu.

Besoknya ketika ia bangun, Wanita itu menemukan selembar kertas di bawah pintunya dan di sana terhampar suatu tulisan demikian, "Saya sama sekali tidak mengenalmu, tetapi terimakasih banyak atas lagumu tadi malam, “ketika kamu berjalan dalam badai sekali pun jangan takut karena kamu tidak berjalan sendirian. Allah ada di sana menyelamatkanmu,” Sebenarnya saat itu, saya sedang putus asa dan dalam posisi mau bunuh diri, melompat dari apartement lantai 3, karena banyak masalah yang melanda hidupku. Tetapi ketika saya mendengar lagu mu itu, saya membatalkan rencanaku untuk bunuh diri itu. Kamu telah menyelamatkan saya. Terimaksih banyak. Saya akan bersikap optimis dan semangat. (Di bawah ia tanda tangani, dari laki-laki yang kamu lihat tadi malam). Wanita itu pun terharu karena, apa yang dia miliki, "SUARA JELEK'  tapi itu telah menyelamat hidup orang lain.

Saudara-i terkasih, kita punya talenta, kita punya bakat, kita punya kemampuan yang tidak sama dan seragam. Tapi ingatlah keberhasilan bukan terutama ditentukan oleh berapa banyak talenta atau kemampuan bahkan briliannya otak anda tetapi yang paling utama ialah: SEMANGAT, OPTIMIS DAN BERJUANG. Ini yang dimiliki oleh wanita dalam kisah itu. Semoga kita mampu seperti wanita biasa itu bahkan mungkin kita lebih punya banyak kemampuan, talenta dan bakat dibandingkan dirinya. Yakinlah pada suatu saat anda dan saya juga akan dipakai Tuhan untuk membuat suatu "keajaiban" dalam hidup ini dari kemampuan kita yang biasa dan sederhana.  Semoga


by : Yosafat Ivo Ofm Cap

Kamis, 08 September 2011

JANGAN BIARKAN BAHTERA ITU KARAM

0 komentar
Masihkahkah lampu itu bercahaya, dan roda itu tetap berputar. Masihkah  matahari itu tetap akan terbit esok pagi dan bulan serta bintang itu muncul pada malam gelap.? Masihkah kita tetap berharap akan turunnya hujan untuk menyapu kemarau ini dan memberikan kesegaran bagi tanah kering dan tanaman yang hampir layu?  Dan masihkah kami harus tetap bertahan saat kami sudah berdiri di “rel” yang berbeda yang tidak mungkin ada pertemuan?

Inilah “sekepingan” keluhan yang bernada keputusasaan dari sepasang suami isteri yang keluarganya dilanda prahara. Mereka bagai mengayuh bahtera itu di tengah gelora ombak dan kepungan badai samudera. Mereka seperti kehilangan arah bagaimana harus membawa “perahu” yang retak itu sampai pada tujuan; kesatuan kekal,  kegembiraan abagi dan sehidup semati, sebagaimana mereka telah janjikan saat menikah 13 tahun yang lalu. Mereka telah mencatat bahwa “perahu” itu telah sarat dan bahkan hampir  tenggelam karena penuh dengan muatan; keegoisan, menang sendiri, curiga, cemburu buta, salah paham, salah pengertian,  cuek, tidak mau bertanya,  kasar, negatif thinking, pesimis, gampang tersinggung.

Saat hening berteman sepi, aku ambil tiga lembar kertas kosong,  satu untuk suami, satu untuk isteri dan satu untuk saya. Untuk mereka saya sudah beri dua pertanyaan;  sebagai suami dan isteri apakah kamu masih melihat hal positif dalam diri pasanganmu? Dan jika ada coba tuliskan.  Dari jawaban mereka saya temukan beberapa yang menjadi mutiara indah dan kekuatan dahsyat yang mampu “menambal” bahtera yang retak itu yakni mereka masih cinta satu sama lain, cinta anak-anak.

Kemudian aku paparkan pesan dari kertasku sendiri, “Jangan terlalu fokus dengan hal negatif tetapi seriuslah berpikir dengan hal yang positif yang sungguh membangun. Atau dengan bahasa sederhana, jadikanlah problem itu menjadi kekuatan untuk memurnikan cinta dan kasih itu.  Kedua jangan juga terlalu dan terkuras waktu dan pemikiran untuk melihat sisi negatif dari pasanganmu tetapi carilah sesuatu yang positif yang bisa membuang rasa dan pikiran negatif itu karena banyak terjadi bahwa  masalah terbesar bukan karena sesuatu yang jelek atau buruk dalam diri pasangan tetapi terlebih sikap yang  terpatri dalam diri sendiri  yang hanya melihat sisi negatif. Atau dengan bahasa khiasan, lembaran hitam itu pasti ada juga titik putih di dalamnya.
    
Karena itu, saya tidak meminta anda untuk menghindari badai itu dan juga tidak mengharapkan anda  untuk menyesali  kalau “perahu” itu telah berada di tengah samudera yang berkecamuk. Aku meminta anda, buanglah muatan yang tidak baik itu (egois, curiga, menang sendiri, pesimis, negative thinking.. dst) dengan cinta yang kamu miliki dan harta terbesar (anak-anak) yang kamu punya. Aku sapa isterinya: ”Jangan biarkan suamimu seorang diri membawa bahtera itu, tetapi bantulah dia dengan kekuatanmu: dukungan, doa, sapaan, senyuman, sambutan hangatmu dan pelayananmu. Sapaan untuk suami, “Berilah juga  waktu bagi  isterimu untuk mengarahkan bahtera itu dengan, “Kepercayaan, tanggungjawab, kesempatan,  dukungan, doa, kehadiranmu, dst.” Inti  terdalam kalau anda sering bersatu dan bersama dalam kegembiraan pupuklah juga sikap yang sama satu dalam masalah, satu dalam badai, satu dalam derita.

Kalau awalnya mereka datang dengan sedih, pesimis dan tetapi akhirnya mereka pulang dengan gembira dan optimis diwarnai jabat tangan mesra. Doaku untukmu…..  

Saudara-I dan teman-teman sekalian, bangunlah bahtera itu dengan saling mempercayai, arahkanlah perahu itu dengan saling mendukung. Bersatulah dalam suka, dan semakin bersatulah dalam badai kehidupan. Jangan biarkan perahu itu sarat dengan muatan yang tidak baik.  Kalau ini nyata, cahaya yang beredip-kedip itu akan terang kembali,  roda tersendat itu akan lancar kembali, rel itu akan bersatu kembali lewat kasih dan akhirnya bahtera itu akan berhasil melewati badai samudera itu. Maka jangan tergantung apakah matahari itu akan terbit esok pagi dan bulan serta bintangitu muncul di malam gelap, tetapi nyalakanlah cahayamu sendiri dan api cinta kasihmu dengan kesetiaan, keterbukaan, saling mendukung dst.  Semoga.



Sabtu, 27 Agustus 2011

Cermin

0 komentar


Diceriterakan bahwa pada suatu hari setan berhasil menciptakan sebuah cermin yang memiliki kemampuan untuk mengubah segala sesuatu menjadi kebalikannya. Wajah yang cantik jadi jelek. Hal yang benar jadi salah, yang baik jadi buruk!!

Pada suatu saat setan itu pergi ke sorga untuk mencemoohkan para malaikat, bahkan Allah dengan cermin itu. Kalau malaikat melihat cermin itu, mereka akan melihat wajahnya seperti wajah setan. Namun, dalam perjalanannya ia tidak hati-hati memegang cermin itu, cermin itu jatuh terpental ke bumi menjadi berjuta-juta serpihannya!!

Kalau serpihan itu masuk ke dalam mata manusia, maka manusia akan melihat hal-hal yang benar menjadi salah, yang baik jadi buruk!! Kalau sudah terjadi demikian maka manusia akan secara picik dan angkuh menolak hal-hal yang sebenarnya benar dan baik!

Pertanyaan refleksi untuk kita semua : Apakah mungkin ada serpihan cermin setan itu telah masuk mata kita??

Rabu, 17 Agustus 2011

KELUARGA YANG PASRAH

0 komentar

Ada sepasang suami istri yang sudah menikah selama 20 tahun tetapi belum juga memiliki seorang anak. Betapa girang hati mereka ketika mengetahui dan menyadari bahwa sang ibu hamil dan akan melahirkan seorang bayi. Tetapi, pada saat kelahirannya, dokter yang membantu persalinan si bayi, merasa pedih karena ia melihat bayi itu hanya memiliki tangan kiri yang kecil.

Ayah si bayi yang melihat kondisi sang anak merasa sangat terpukul dan sedih. Keduanya bingung, bagaimana harus menyampaikan keadaan ini kepada sang ibu. Tetapi, akirnya sanga ayah dengan tegar mengatakan :”Biarlah saya sendiri akan memberitahukan kepada istri saya”.

Bersama-sama sang dokter dan sang ayah meletakkan bayi yang terbalut itu ke sisi ibunya. Sang ibu melihat dan mengagumi kulit bayinya yang halus, menyisir rambutnya dan menciumnya dengan mesra, lalu bertanya kepada suaminya : “Dia sangat sempurna, bukan?” Suara suaminya tercekak di kerongkongan. Ia mengerti isayart dari suaminya. Dengan perlahan-lahan ia membuka selimut bayinya dan melihat tangan yang cacat itu. Ruangan itu menjadi hening seketika. Kemudian dia menoleh kepada suaminya dan berkata dengan lembut :”Harry,Tuhan mengetahui kepada siapa bayi ini dititipkan. Ia adalah titipan Tuhan untuk kita. Tuhan mengetahui betapa kita membutuhkannya dan betapa ia membutuhkan kita. Kita pasrahkan keluarga kita kepada Tuhan, juga masa depan anak kita!”

Anak-anak yang dilahirkan oleh setiap pasangan suami istri adalah karunia Tuhan dan sekaligus titipan Tuhan untuk dipelihara dan dibesarkan dengan kasih sayang sesuai rencana sang pencipta. Para orang tua hendaknya tidak membesarkan anak sesuai cita-cita mereka belaka. Anak-anak itu harus bertumbuh menjadi dirinya sendiri secara unik sesuai rencana Tuhan. Semua anak akhirnya harus diarahkan kepada Tuhan, karena dari sana mereka datang.